Kerja sama KPU & TNI masuk tahap akhir
Senin, 24 Maret 2014 - 14:28 WIB
Kerja sama KPU & TNI masuk tahap akhir
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedang merampungkan pembahasan teknis soal kerja sama, untuk mengawal dan mensukseskan Pemilu 2014.
Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, proses pembahasan sudah masuki tahap akhir dan tinggal dilakukan kesepakatan bersama antara KPU dan TNI, untuk meneken Memorandum of Understanding (KPU).
"Jadwalnya kalau enggak salah tinggal penandatanganan atau finishing," kata Arief, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (24/3/2014).
Arief melanjutkan, rencana kerja sama tersebut karena setiap periode pemilu, KPU sering mengalami kendala saat melakukan distribusi logistik pemilu ke dearah, di luar kendala keamanan saat pemilu.
Karena itu, salah satu yang bakal dicapai dalam MoU tersebut adalah, soal bantuan pengiriman logistik. "Kalau kelautan pakai kapal, kalau pegunungan pakai helikopter," ucap Arief.
Namun demikian, sejauh ini pihaknya belum menemui kendala saat pengiriman logistik tersebut. Bantuan TNI dimaksimalkan jika sewaktu-waktu distribusi logistik mengalami kendala cuaca ekstrim dan harus ditempuh dengan menggunakan transportasi canggih seperti yang dimiliki TNI.
"Yang sulit dijangkau tidak ada. Semua bisa dijangkau," tambahnya.
Seperti diketahui, KPU menargetkan logistik pemilu terutama surat suara harus tiba di masing-masing KPU tingkat kabupaten atau kota paling lambat 26 Maret, sebelum disalurkan ke tingkat kecamatan sampai kelurahan tiga hari sebelum pemungutan suara.
Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, proses pembahasan sudah masuki tahap akhir dan tinggal dilakukan kesepakatan bersama antara KPU dan TNI, untuk meneken Memorandum of Understanding (KPU).
"Jadwalnya kalau enggak salah tinggal penandatanganan atau finishing," kata Arief, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (24/3/2014).
Arief melanjutkan, rencana kerja sama tersebut karena setiap periode pemilu, KPU sering mengalami kendala saat melakukan distribusi logistik pemilu ke dearah, di luar kendala keamanan saat pemilu.
Karena itu, salah satu yang bakal dicapai dalam MoU tersebut adalah, soal bantuan pengiriman logistik. "Kalau kelautan pakai kapal, kalau pegunungan pakai helikopter," ucap Arief.
Namun demikian, sejauh ini pihaknya belum menemui kendala saat pengiriman logistik tersebut. Bantuan TNI dimaksimalkan jika sewaktu-waktu distribusi logistik mengalami kendala cuaca ekstrim dan harus ditempuh dengan menggunakan transportasi canggih seperti yang dimiliki TNI.
"Yang sulit dijangkau tidak ada. Semua bisa dijangkau," tambahnya.
Seperti diketahui, KPU menargetkan logistik pemilu terutama surat suara harus tiba di masing-masing KPU tingkat kabupaten atau kota paling lambat 26 Maret, sebelum disalurkan ke tingkat kecamatan sampai kelurahan tiga hari sebelum pemungutan suara.
(maf)