Anies usulkan pembatasan dana kampanye
Senin, 24 Maret 2014 - 09:30 WIB
Anies usulkan pembatasan dana kampanye
A
A
A
Sindonews.com - Peserta konvensi calon presiden Partai Demokrat Anies Baswedan mengusulkan pembatasan dana kampanye calon presiden (capres). Sebab selama ini yang baru dibatasi hanya besaran sumbangan ke capres.
"Batasi biaya kampanyenya. Saat ini yang dibatasi sumbangannya, bukan biayanya," tegas Anies Baswedan di hadapan santri Pondok Pesantren Al-Khairat, Kampung Ampel, Surabaya, Minggu 23 Maret 2014 melalui siaran persnya yang diterima Sindonews.
Menurut Anis, pembatasan biaya kampanye akan menciptakan keadilan dan demokrasi yang lebih sehat. "Seperti mobil, kalau yang satu diisi oleh bensin 100 liter yang satu lagi 10 liter akan berbeda jauh hasilnya," tuturnya.
Anies menegaskan, jika pembatasan dana kampanye diterapkan maka tercipta iklim perang gagasan dan ide, bukan perang kekuatan modal. "Mari kita kembalikan arena politik sebagai pertarungan gagasan dan ide, bukan pertarungan rupiah," tegasnya.
Dia mengatakan, saat ini ada 17 ribu relawan lebih yang ingin membantunya. Para relawan berjuang tidak dibayar karena tergerak atas dasar kepercayaan.
"Nol rupiah, mereka mau turun tangan karena percaya bukan karena diimingi jadi kaya," pungkas Anies.
"Batasi biaya kampanyenya. Saat ini yang dibatasi sumbangannya, bukan biayanya," tegas Anies Baswedan di hadapan santri Pondok Pesantren Al-Khairat, Kampung Ampel, Surabaya, Minggu 23 Maret 2014 melalui siaran persnya yang diterima Sindonews.
Menurut Anis, pembatasan biaya kampanye akan menciptakan keadilan dan demokrasi yang lebih sehat. "Seperti mobil, kalau yang satu diisi oleh bensin 100 liter yang satu lagi 10 liter akan berbeda jauh hasilnya," tuturnya.
Anies menegaskan, jika pembatasan dana kampanye diterapkan maka tercipta iklim perang gagasan dan ide, bukan perang kekuatan modal. "Mari kita kembalikan arena politik sebagai pertarungan gagasan dan ide, bukan pertarungan rupiah," tegasnya.
Dia mengatakan, saat ini ada 17 ribu relawan lebih yang ingin membantunya. Para relawan berjuang tidak dibayar karena tergerak atas dasar kepercayaan.
"Nol rupiah, mereka mau turun tangan karena percaya bukan karena diimingi jadi kaya," pungkas Anies.
(dam)