Meski kepincut Mahfud MD, PKB tetap gaet Rhoma
Minggu, 23 Maret 2014 - 18:22 WIB
Meski kepincut Mahfud MD, PKB tetap gaet Rhoma
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengisyaratkan, lebih memilih mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dari pada Raja Dangdut Rhoma Irama sebagai Calon Presiden (Capres) PKB.
Bagaimana dengan nasib Raja Dangdut Rhoma Irama yang beberapa waktu lalu juga diwacanakan PKB sebagai Capres?. Bahkan Rhoma lebih dulu dikenalkan Cak Imin ke massa PKB dibanding Mahfud MD.
Menurut Cak Imin, Rhoma Irama adalah tokoh yang tulus tanpa pamrih. Bagi Cak Imin, PKB memiliki utang jasa kepada Rhoma Irama, terutama soal hubungan PKB dengan masyarakat Aceh.
"Dengan dangdutnya, Rhoma Irama berhasil menyatukan PKB dengan masyarakat Aceh," kata Cak Imin dalam acara kampanye terbuka di aula Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Minggu (23/3/2014).
Meski saat ini nama Mahfud MD lebih berkibar, bukan berarti Rhoma kehilangan kesempatan menjadi Capres PKB. Menurut Cak Imin, jika memang PKB berhasil meraih suara kemenangan sesuai target, posisi Rhoma Irama akan dihitung ulang. "Yang penting PKB menang dulu. Rhoma Irama akan dihitung lagi," tegasnya.
Dalam kesempatan itu Muhaimin Iskandar juga menyinggung soal sejumlah Kiai NU yang dikabarkan merapat ke PPP. Salah satunya adalah pengasuh Ponpes Lirboyo KH Idris Marzuki.
Kiai sepuh tersebut terang-terangan terlibat, bahkan memfasilitasi pembacaan ikrar dukungan kiai NU kepada PPP yang dipimpin langsung Ketua Umum PPP Surya Darma Ali (SDA).
Cak Imin mengaku tidak khawatir. Sebab dukungan tersebut, kata Cak Imin hanyalah sikap permukaan. "Sebenarnya tidak demikian. Secara silence menyatakan netral. Seperti Kiai Idris juga menyatakan netral," terangnya.
Faktanya, Kiai Idris Marzuki tidak terlihat hadir di acara kampanye PKB di aula Ponpes Lirboyo. Cak Imin menambahkan, dirinya berharap Ponpes Lirboyo tetap bisa bersikap netral terhadap politik praktis yang ada. "Harapan saya Lirboyo bisa tetap netral," pungkasnya.
Seperti diketahui, menjelang pileg, ponpes Lirboyo selalu menjadi kunjungan rutin tokoh nasional. Tidak hanya dari kalangan nahdliyin, seperti Muhaimin Iskandar dan Surya Darma Ali, tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta juga menyempatkan diri berkunjung ke Ponpes Lirboyo.
Pelawak Kirun yang diberi waktu memberi sambutan menyerukan kepada seluruh warga nahdliyin dan PKB untuk bisa memenangkan pileg 9 April.
"Kemenangan itu bukan kemenangan Muhaimin Iskandar atau PKB. Kemenangan itu adalah kemenangan para pewaris ahlusunnah waljamaah," seru Kirun.
Bagaimana dengan nasib Raja Dangdut Rhoma Irama yang beberapa waktu lalu juga diwacanakan PKB sebagai Capres?. Bahkan Rhoma lebih dulu dikenalkan Cak Imin ke massa PKB dibanding Mahfud MD.
Menurut Cak Imin, Rhoma Irama adalah tokoh yang tulus tanpa pamrih. Bagi Cak Imin, PKB memiliki utang jasa kepada Rhoma Irama, terutama soal hubungan PKB dengan masyarakat Aceh.
"Dengan dangdutnya, Rhoma Irama berhasil menyatukan PKB dengan masyarakat Aceh," kata Cak Imin dalam acara kampanye terbuka di aula Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Minggu (23/3/2014).
Meski saat ini nama Mahfud MD lebih berkibar, bukan berarti Rhoma kehilangan kesempatan menjadi Capres PKB. Menurut Cak Imin, jika memang PKB berhasil meraih suara kemenangan sesuai target, posisi Rhoma Irama akan dihitung ulang. "Yang penting PKB menang dulu. Rhoma Irama akan dihitung lagi," tegasnya.
Dalam kesempatan itu Muhaimin Iskandar juga menyinggung soal sejumlah Kiai NU yang dikabarkan merapat ke PPP. Salah satunya adalah pengasuh Ponpes Lirboyo KH Idris Marzuki.
Kiai sepuh tersebut terang-terangan terlibat, bahkan memfasilitasi pembacaan ikrar dukungan kiai NU kepada PPP yang dipimpin langsung Ketua Umum PPP Surya Darma Ali (SDA).
Cak Imin mengaku tidak khawatir. Sebab dukungan tersebut, kata Cak Imin hanyalah sikap permukaan. "Sebenarnya tidak demikian. Secara silence menyatakan netral. Seperti Kiai Idris juga menyatakan netral," terangnya.
Faktanya, Kiai Idris Marzuki tidak terlihat hadir di acara kampanye PKB di aula Ponpes Lirboyo. Cak Imin menambahkan, dirinya berharap Ponpes Lirboyo tetap bisa bersikap netral terhadap politik praktis yang ada. "Harapan saya Lirboyo bisa tetap netral," pungkasnya.
Seperti diketahui, menjelang pileg, ponpes Lirboyo selalu menjadi kunjungan rutin tokoh nasional. Tidak hanya dari kalangan nahdliyin, seperti Muhaimin Iskandar dan Surya Darma Ali, tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta juga menyempatkan diri berkunjung ke Ponpes Lirboyo.
Pelawak Kirun yang diberi waktu memberi sambutan menyerukan kepada seluruh warga nahdliyin dan PKB untuk bisa memenangkan pileg 9 April.
"Kemenangan itu bukan kemenangan Muhaimin Iskandar atau PKB. Kemenangan itu adalah kemenangan para pewaris ahlusunnah waljamaah," seru Kirun.
(maf)