Cak Imin isyaratkan Mahfud MD jadi Capres PKB
Minggu, 23 Maret 2014 - 17:37 WIB
Cak Imin isyaratkan Mahfud MD jadi Capres PKB
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengisyaratkan, lebih memilih mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dari pada Raja Dangdut Rhoma Irama sebagai Calon Presiden (Capres) PKB.
Pria yang biasa disapa Cak Imin ini menjelaskan, bangsa Indonesia akan semakin besar bila Presidennya Mahfud MD.
"Bangsa Indonesia akan lebih besar dan hebat bila Presidennya Mahfud MD, "ujar Cak Imin dalam acara kampanye terbuka di aula Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Minggu (23/3/2014).
Cak Imin hadir sebagai juru kampanye nasional PKB. Nama Mahfud MD mencuat saat Cak Imin berbagi kisah tentang pertemuan forum Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Indonesia yang selalu dinanti pendapatnya dalam forum Islam terbesar tersebut, kata Cak Imin, diwakili langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, kewibawaan negara (Indonesia) akan semakin besar jika yang berada di forum tersebut adalah Presiden yang bernama Mahfud MD.
"Hasil dari cek lapangan, mayoritas warga Jawa Timur lebih menyukai Mahfud MD," tegasnya.
Kendati demikian, pencapresan Mahfud masih akan menunggu hasil perolehan suara PKB pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang.
"Jika perolehan PKB bisa mencapai 20 persen, kita akan mengusung calon sendiri. Namun kalau tidak sampai segitu tentu akan mencari teman koalisi," jelasnya.
Sesuai hasil survei terbaru internal PKB, elektabilitas partai yang berpatron ke Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, mencapai angka 11,6 persen. Seandainya pemilu legislatif digelar hari ini, kata Cak Imin, partainya akan berada di urutan ketiga.
"Namun kita menargetkan perolehan suara minimal bisa 15 persen. Ini sesuai perolehan pemilu tahun 1955, dimana Partai NU meraih suara 15 persen," paparnya.
Pertimbangan kedua terkait pencapresan PKB adalah elektabilitas tokoh bersangkutan. Untuk mengukur itu PKB akan mensurvei yang bersangkutan hingga akhir April. "Pertimbangan ketiga adalah hasil musyawarah NU dan para ulama se Indonesia. PKB akan mengikuti itu," jelasnya.
Pria yang biasa disapa Cak Imin ini menjelaskan, bangsa Indonesia akan semakin besar bila Presidennya Mahfud MD.
"Bangsa Indonesia akan lebih besar dan hebat bila Presidennya Mahfud MD, "ujar Cak Imin dalam acara kampanye terbuka di aula Ponpes Lirboyo Kota Kediri, Minggu (23/3/2014).
Cak Imin hadir sebagai juru kampanye nasional PKB. Nama Mahfud MD mencuat saat Cak Imin berbagi kisah tentang pertemuan forum Organisasi Konferensi Islam (OKI).
Indonesia yang selalu dinanti pendapatnya dalam forum Islam terbesar tersebut, kata Cak Imin, diwakili langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia, kewibawaan negara (Indonesia) akan semakin besar jika yang berada di forum tersebut adalah Presiden yang bernama Mahfud MD.
"Hasil dari cek lapangan, mayoritas warga Jawa Timur lebih menyukai Mahfud MD," tegasnya.
Kendati demikian, pencapresan Mahfud masih akan menunggu hasil perolehan suara PKB pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang.
"Jika perolehan PKB bisa mencapai 20 persen, kita akan mengusung calon sendiri. Namun kalau tidak sampai segitu tentu akan mencari teman koalisi," jelasnya.
Sesuai hasil survei terbaru internal PKB, elektabilitas partai yang berpatron ke Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, mencapai angka 11,6 persen. Seandainya pemilu legislatif digelar hari ini, kata Cak Imin, partainya akan berada di urutan ketiga.
"Namun kita menargetkan perolehan suara minimal bisa 15 persen. Ini sesuai perolehan pemilu tahun 1955, dimana Partai NU meraih suara 15 persen," paparnya.
Pertimbangan kedua terkait pencapresan PKB adalah elektabilitas tokoh bersangkutan. Untuk mengukur itu PKB akan mensurvei yang bersangkutan hingga akhir April. "Pertimbangan ketiga adalah hasil musyawarah NU dan para ulama se Indonesia. PKB akan mengikuti itu," jelasnya.
(maf)