Jangan semua fokus ke Pemilu
Minggu, 23 Maret 2014 - 08:00 WIB
Jangan semua fokus ke Pemilu
A
A
A
Sindonews.com - Nama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dalam beberapa hari belakangan juga mewarnai wacana bursa calon presiden dan wakil presiden.
Masuknya nama Abraham dalam pusaran bursa kontestasi politik, setelah Partai Gerindra menyatakan pria asal Makassar itu merupakan salah satu figur yang dipertimbangkan untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Prokontra pun muncul. Ada pihak yang memandang Abraham layak maju pada pilpres karena dianggap memiliki kredibilitas dalam pemberantasan korupsi. Sebaliknya, adapula yang menyatakan menolak.
Salah satunya adalah Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti yang mengharapkan Abraham tidak maju pada pilpres nanti. "Saya tidak setuju," katanya kepada Sindonews, Sabtu 22 Maret 2014 malam.
Pemilu memang penting untuk menentukan pemimpin negara ke depan. Namun tidak lantas semua pihak fokus ke pemilu. "Jangan seluruh potensi negara dikerahkan ke pemilu," ujar Ray.
Menurut dia, setiap institusi memiliki tugasnya masing-masing. Seperti KPK yang dipimpin Abraham Samad yang mempunyai tugas memberantas korupsi. "Apalagi posisi Abraham Samad sangat strategis," tandas Ray.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo pada Minggu 16 Maret lalu mengungkapkan Abraham termasuk sosok yang berpeluang menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, selain Tri Rismaharini, Hatta Rajasa, Ridwan Kamil. "Sementara empat nama itu masih mendominasi perbincangan kami,” katanya saat itu.
Masuknya nama Abraham dalam pusaran bursa kontestasi politik, setelah Partai Gerindra menyatakan pria asal Makassar itu merupakan salah satu figur yang dipertimbangkan untuk mendampingi Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Prokontra pun muncul. Ada pihak yang memandang Abraham layak maju pada pilpres karena dianggap memiliki kredibilitas dalam pemberantasan korupsi. Sebaliknya, adapula yang menyatakan menolak.
Salah satunya adalah Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti yang mengharapkan Abraham tidak maju pada pilpres nanti. "Saya tidak setuju," katanya kepada Sindonews, Sabtu 22 Maret 2014 malam.
Pemilu memang penting untuk menentukan pemimpin negara ke depan. Namun tidak lantas semua pihak fokus ke pemilu. "Jangan seluruh potensi negara dikerahkan ke pemilu," ujar Ray.
Menurut dia, setiap institusi memiliki tugasnya masing-masing. Seperti KPK yang dipimpin Abraham Samad yang mempunyai tugas memberantas korupsi. "Apalagi posisi Abraham Samad sangat strategis," tandas Ray.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo pada Minggu 16 Maret lalu mengungkapkan Abraham termasuk sosok yang berpeluang menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo, selain Tri Rismaharini, Hatta Rajasa, Ridwan Kamil. "Sementara empat nama itu masih mendominasi perbincangan kami,” katanya saat itu.
(dam)