PAN skenario koalisi usung capres
Sabtu, 22 Maret 2014 - 20:30 WIB
PAN skenario koalisi usung capres
A
A
A
Sindonews.com - Partai Amanat Nasional (PAN) agaknya cukup tahu diri untuk menghadapi pemilihan presiden (Pilpres) mendatang. Partai berlambang matahari ini akan menjalin koalisi dengan partai lain agar bisa mengusung calon presiden (capres).
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah intensif melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai lain. Namun komunikasi yang menjurus pada koalisi mengusung capres ini baru dilakukan sebatas menyusun platform pembangunan ekonomi bangsa Indonesia.
"Komunikasi akan semakin kami rapatkan barisan setelah pemilu legislatif (Pileg) untuk menetapkan capres. Saat ini pembicaraan koalisi ini baru sebatas bagaimana landasan dan platform dalam pembangunan ekonomi bangsa," kata Hatta Rajasa seusai orasi politik di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/3/2014).
Menko Perekonomian tersebut, menyatakan kesiapannya untuk running sebagai capres yang diusung koalisi partai. Tentang siapa calon pendampingnya, tentu akan dibicarakan lebih lanjut dalam koalisi tersebut.
"Kami sudah menjadi komunikasi politik yang baik. Tetapi kami belum sampai membicarakan kearah calon wapres," tandas Hatta Rajasa.
Menurutnya, dalam penyusunan platform ekonomi bangsa pihaknya telah menyiapkan delapan kerja nyata yang menjadi agenda besar perjuangan PAN. Diantaranya reformasil politik gelombang dua, reformasi agraria dan reformasi birokrasi serta perizinan investasi.
"Reformasi agraria ini bukan membagi-bagikan tanah kepada rakyat. Tetapi lebih mengarah pada bagaimana memberdayakan tanah-tanah terlantar untuk kepentingan rakyat," jelas Hatta.
Untuk mewujudkan delapan perjuangan tersebut, ia menginstruksikan kepada kader dan simpatisan PAN bekerja keras mendulang dukungan suara rakyat. Sejumlah daerah pemilihan yang selama ini belum memiliki perwakilan, harus diupayakan mendapatkan jatah kursi tersebut.
"Seluruh kader harus bekerja keras. Jangan ada golput, karena ini akan mempengaruhi kualitas demokrasi kita dan mengorbankan masa depan bangsa. Kami ingin menang dan kalah secara ksatria," tegas Hatta Rajasa.
Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah intensif melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai lain. Namun komunikasi yang menjurus pada koalisi mengusung capres ini baru dilakukan sebatas menyusun platform pembangunan ekonomi bangsa Indonesia.
"Komunikasi akan semakin kami rapatkan barisan setelah pemilu legislatif (Pileg) untuk menetapkan capres. Saat ini pembicaraan koalisi ini baru sebatas bagaimana landasan dan platform dalam pembangunan ekonomi bangsa," kata Hatta Rajasa seusai orasi politik di Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (22/3/2014).
Menko Perekonomian tersebut, menyatakan kesiapannya untuk running sebagai capres yang diusung koalisi partai. Tentang siapa calon pendampingnya, tentu akan dibicarakan lebih lanjut dalam koalisi tersebut.
"Kami sudah menjadi komunikasi politik yang baik. Tetapi kami belum sampai membicarakan kearah calon wapres," tandas Hatta Rajasa.
Menurutnya, dalam penyusunan platform ekonomi bangsa pihaknya telah menyiapkan delapan kerja nyata yang menjadi agenda besar perjuangan PAN. Diantaranya reformasil politik gelombang dua, reformasi agraria dan reformasi birokrasi serta perizinan investasi.
"Reformasi agraria ini bukan membagi-bagikan tanah kepada rakyat. Tetapi lebih mengarah pada bagaimana memberdayakan tanah-tanah terlantar untuk kepentingan rakyat," jelas Hatta.
Untuk mewujudkan delapan perjuangan tersebut, ia menginstruksikan kepada kader dan simpatisan PAN bekerja keras mendulang dukungan suara rakyat. Sejumlah daerah pemilihan yang selama ini belum memiliki perwakilan, harus diupayakan mendapatkan jatah kursi tersebut.
"Seluruh kader harus bekerja keras. Jangan ada golput, karena ini akan mempengaruhi kualitas demokrasi kita dan mengorbankan masa depan bangsa. Kami ingin menang dan kalah secara ksatria," tegas Hatta Rajasa.
(lns)