Sutiyoso: Kelewatan kalau caleg PKPI korupsi
Sabtu, 22 Maret 2014 - 19:09 WIB
Sutiyoso: Kelewatan kalau caleg PKPI korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso, menegaskan parpolnya tidak akan kompromi dengan korupsi. Ia juga menyatakan ingin membabat habis koruptor di negeri ini.
"Kalau ada yang korupsi, kita sikat habis semua," kata Sutiyoso di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/3/2014).
Ia menegaskan, caleg PKPI harus ikut memberantas persoalan korupsi di negeri ini. Ia bahkan menyatakan keterlaluan jika caleg PKPI yang nanti duduk di parlemen ikut menikmati uang haram hasil korupsi.
Itu dikarenakan caleg PKPI tidak mengeluarkan agar bisa maju sebagai caleg. "Karena tidak bayar, kalau masih korupsi, itu keterlaluan," tegasnya.
Kondisi itu akan berbeda jika untuk maju sebagai caleg mengeluarkan uang hingga puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Ketika mereka duduk di parlemen, dikhawatirkan orientasi mereka mencari keuntungan dari korupsi, bukan mengabdi untuk rakyat.
Sutiyoso lalu membandingkan hasil dari tiga kali pemilu yang sudah berjalan sebelumnya di Indonesia. "Kita sudah memilih tiga kali, tapi yang dipilih (sebagian) jadi koruptor," ungkapnya.
Hasilnya, Indonesia tidak kunjung maju. Kemiskinan ada di mana-mana, perekonomian terpuruk, serta segala hal negatif lainnya. Untuk itulah, ia mengajak publik melakukan perubahan bersama PKPI.
"Sudah 16 tahun reformasi tapi masih seperti ini. 2014 saatnya memperbaiki diri lagi," ajaknya.
"Kalau ada yang korupsi, kita sikat habis semua," kata Sutiyoso di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (22/3/2014).
Ia menegaskan, caleg PKPI harus ikut memberantas persoalan korupsi di negeri ini. Ia bahkan menyatakan keterlaluan jika caleg PKPI yang nanti duduk di parlemen ikut menikmati uang haram hasil korupsi.
Itu dikarenakan caleg PKPI tidak mengeluarkan agar bisa maju sebagai caleg. "Karena tidak bayar, kalau masih korupsi, itu keterlaluan," tegasnya.
Kondisi itu akan berbeda jika untuk maju sebagai caleg mengeluarkan uang hingga puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah. Ketika mereka duduk di parlemen, dikhawatirkan orientasi mereka mencari keuntungan dari korupsi, bukan mengabdi untuk rakyat.
Sutiyoso lalu membandingkan hasil dari tiga kali pemilu yang sudah berjalan sebelumnya di Indonesia. "Kita sudah memilih tiga kali, tapi yang dipilih (sebagian) jadi koruptor," ungkapnya.
Hasilnya, Indonesia tidak kunjung maju. Kemiskinan ada di mana-mana, perekonomian terpuruk, serta segala hal negatif lainnya. Untuk itulah, ia mengajak publik melakukan perubahan bersama PKPI.
"Sudah 16 tahun reformasi tapi masih seperti ini. 2014 saatnya memperbaiki diri lagi," ajaknya.
(lns)