Caleg Demokrat blusukan Pasar Kebonagung
Sabtu, 22 Maret 2014 - 16:07 WIB
Caleg Demokrat blusukan Pasar Kebonagung
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah calon legislatif (caleg) Partai Demokrat PD memanfaatkan kampanye dengan blusukan ke pasar Kebonagung Kota Pasuruan. Para caleg dan simpatisan ini berkeliling dan menyapa para pedagang dan pembeli sembari menyerap aspirasi masyarakat.
Agus Ferry Yusuf, caleg DPRRI PD mengungkapkan, aksi spontanitas blusukan ke pasar tradisional ini dipilih agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Blusukan ini diharapkan dapat mengetahui secara langsung kondisi pusat perekonomian masyarakat bawah.
"Kami ingin berinteraksi langsung dengan masyarakat bawah. Dengan begitu, kami bisa mendengar dan merasakan kondisi masyarakat dengan kesederhanaannya," kata Agus Ferry, Sabtu (22/3/2014).
Menurut Agus, penyakit demokrasi yang mewabah di masyarakat yakni meminta imbalan sejumlah uang untuk memilih, tidaklah seluruhnya terjadi. Ia mengakui dari blusukan ke pasar, ada sebagian masyarakat yang meminta imbalan uang. Tetapi setelah diberi pengertian, mereka bisa memahami bahwa demokrasi tidak harus dinilai dengan besaran rupiah.
"Kami ingin membangun silaturrahmi dengan cara kekeluargaan dan kesederhanaan. Komitmen mengenalkan visi misi akan menjadi lebih bermanfaat daripada memberikan imbalan uang," kata Agus Ferry Yusuf.
Ketua DPD PD Kota Pasuruan, Dendy Kukuh, menyatakan, blusukan ke pasar tradisional ini merupakan salah satu cara untuk menggaet simpati masyarakat. Aksi ini diharapkan terjadi interaksi langsung antara caleg dengan masyarakat yang akan diwakilinya.
Agus Ferry Yusuf, caleg DPRRI PD mengungkapkan, aksi spontanitas blusukan ke pasar tradisional ini dipilih agar dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Blusukan ini diharapkan dapat mengetahui secara langsung kondisi pusat perekonomian masyarakat bawah.
"Kami ingin berinteraksi langsung dengan masyarakat bawah. Dengan begitu, kami bisa mendengar dan merasakan kondisi masyarakat dengan kesederhanaannya," kata Agus Ferry, Sabtu (22/3/2014).
Menurut Agus, penyakit demokrasi yang mewabah di masyarakat yakni meminta imbalan sejumlah uang untuk memilih, tidaklah seluruhnya terjadi. Ia mengakui dari blusukan ke pasar, ada sebagian masyarakat yang meminta imbalan uang. Tetapi setelah diberi pengertian, mereka bisa memahami bahwa demokrasi tidak harus dinilai dengan besaran rupiah.
"Kami ingin membangun silaturrahmi dengan cara kekeluargaan dan kesederhanaan. Komitmen mengenalkan visi misi akan menjadi lebih bermanfaat daripada memberikan imbalan uang," kata Agus Ferry Yusuf.
Ketua DPD PD Kota Pasuruan, Dendy Kukuh, menyatakan, blusukan ke pasar tradisional ini merupakan salah satu cara untuk menggaet simpati masyarakat. Aksi ini diharapkan terjadi interaksi langsung antara caleg dengan masyarakat yang akan diwakilinya.
(lns)