Penyidik dalami soal Harrier
Jum'at, 21 Maret 2014 - 20:44 WIB
Penyidik dalami soal Harrier
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan gratifikasi mobil Toyota Harrier yang disangkakan kepada mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Penyidik KPK pun menanyakan hal itu saat memeriksa Anas siang tadi. Selain itu, penyidik juga menanyakan soal dana Kongres Demokrat di Kota Bandung pada 2010 silam.
"Hari ini kelanjutan pemeriksaan yang ke-7. Pendalaman lagi tentang kongres. Pendalaman lagi tentang mobil Harrier yang bersejarah itu," kata Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).
Anas menolak membeberkan lebih jauh dan meminta wartawan mencari informasi sendiri ke penyidik. "Intinya itu. Silakan tanya ke penyidik detilnya," tegasnya.
KPK menyangka Anas menerima mobil Toyota Harrier terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Anas juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Berita:
Penyidik sita Harrier diduga milik Anas Urbaningrum
Penyidik KPK pun menanyakan hal itu saat memeriksa Anas siang tadi. Selain itu, penyidik juga menanyakan soal dana Kongres Demokrat di Kota Bandung pada 2010 silam.
"Hari ini kelanjutan pemeriksaan yang ke-7. Pendalaman lagi tentang kongres. Pendalaman lagi tentang mobil Harrier yang bersejarah itu," kata Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).
Anas menolak membeberkan lebih jauh dan meminta wartawan mencari informasi sendiri ke penyidik. "Intinya itu. Silakan tanya ke penyidik detilnya," tegasnya.
KPK menyangka Anas menerima mobil Toyota Harrier terkait proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Anas juga ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Berita:
Penyidik sita Harrier diduga milik Anas Urbaningrum
(dam)