Suparman bantah ikut pertemuan di kantor Atut
Jum'at, 21 Maret 2014 - 18:26 WIB
Suparman bantah ikut pertemuan di kantor Atut
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Suparman membantah ikut pertemuan di kantor Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, membahas gugatan sengketa Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Lebak.
"Saya enggak ikut," kata Suparman di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).
Suparman mengaku, menjadi ketua tim sukses (timses) pasangan Amir Hamzah-Kasmis sebagai pasangan dalan Pemilukada Lebak. Namun dia berdalih, tidak ikut campur saat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Enggak, saya kan ketua timses, tapi dalam proses gugatan, saya enggak ikutan," imbuhnya.
Suparman diperiksa sebagai saksi tersangka Ratu Atut, pasalnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melempar belasan pertanyaan terkait kasus Pemilukada Lebak, Banten. "Buat iIu Atut, cuma 11 apa 12 pertanyaan," ucapnya.
Ketika disinggung soal pemberian mobil dari adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kepada dirinya, Suparman malah membantahnya. "Tidak (terima mobil)," tukasnya.
"Saya enggak ikut," kata Suparman di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/3/2014).
Suparman mengaku, menjadi ketua tim sukses (timses) pasangan Amir Hamzah-Kasmis sebagai pasangan dalan Pemilukada Lebak. Namun dia berdalih, tidak ikut campur saat mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Enggak, saya kan ketua timses, tapi dalam proses gugatan, saya enggak ikutan," imbuhnya.
Suparman diperiksa sebagai saksi tersangka Ratu Atut, pasalnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melempar belasan pertanyaan terkait kasus Pemilukada Lebak, Banten. "Buat iIu Atut, cuma 11 apa 12 pertanyaan," ucapnya.
Ketika disinggung soal pemberian mobil dari adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan kepada dirinya, Suparman malah membantahnya. "Tidak (terima mobil)," tukasnya.
(maf)