Mahfud MD: Jangan mau dipecah belah!
Jum'at, 21 Maret 2014 - 18:06 WIB
Mahfud MD: Jangan mau dipecah belah!
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meminta kaum muda untuk bersatu melawan ketidakadilan dan memberantas korupsi.
Hal itu diungkapkan Mahfud di hadapan ribuan peserta Kemah Pemuda Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berlangsung di Kampus HKBP Nommensen, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Jumat (22/3).
"Adik-adikku para pemuda yang datang dari berbagai daerah, jangan lagi mau dipecah belah urusan sepele seperti urusan primordial, negara kita ini negara besar, punya potensi menjadi negara yang kuat. Mari bersatu melawan ketidakadilan dan berantas korupsi agar negara kita maju dan sejahtera" kata Mahfud, saat berorasi di hadapan ribuan pemuda yang datang dari Aceh hingga Papua itu.
Mahfud yang hadir bersama Ketua Umum PBNU menambahkan bahwa jangan lagi mempersoalkan tentang perbedaan agama, suku atau golongan. "Musuh utama kita adalah orang-orang yang tamak dan merampas hak-hak kita, dan orang-orang yang berlaku tidak adil" ungkap calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Pernyataan Mahfud didukung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj yang juga hadir dalam pembukaan acara nasional yang berlangsung tanggal 21-23 Maret. Said mengimbau pemuda Indonesia juga harus menjauhi radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme yang saat ini menjadi ancaman bangsa.
--
Hal itu diungkapkan Mahfud di hadapan ribuan peserta Kemah Pemuda Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berlangsung di Kampus HKBP Nommensen, Pematang Siantar, Sumatera Utara, Jumat (22/3).
"Adik-adikku para pemuda yang datang dari berbagai daerah, jangan lagi mau dipecah belah urusan sepele seperti urusan primordial, negara kita ini negara besar, punya potensi menjadi negara yang kuat. Mari bersatu melawan ketidakadilan dan berantas korupsi agar negara kita maju dan sejahtera" kata Mahfud, saat berorasi di hadapan ribuan pemuda yang datang dari Aceh hingga Papua itu.
Mahfud yang hadir bersama Ketua Umum PBNU menambahkan bahwa jangan lagi mempersoalkan tentang perbedaan agama, suku atau golongan. "Musuh utama kita adalah orang-orang yang tamak dan merampas hak-hak kita, dan orang-orang yang berlaku tidak adil" ungkap calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Pernyataan Mahfud didukung oleh Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj yang juga hadir dalam pembukaan acara nasional yang berlangsung tanggal 21-23 Maret. Said mengimbau pemuda Indonesia juga harus menjauhi radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme yang saat ini menjadi ancaman bangsa.
--
(dam)