Ahok dukung sebutan China jadi Tionghoa
Jum'at, 21 Maret 2014 - 16:39 WIB
Ahok dukung sebutan China jadi Tionghoa
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendukung dikeluarkannya keputusan presiden (Keppres) yang mengubah istilah penyebutan "China/Cina" menjadi "Tionghoa".
Basuki yang akrab disapa Ahok itu menilai, Keppres lama yang dikeluarkan pada era Orde Baru telah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.
"Keppres yang lama itu bertentangan dengan UUD, cuma zaman dulu orang tidak berani mengujinya. Saya kira tepat setelah 10 tahun menjabat, Pak SBY mencabutnya sebelum turun," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Ahok menilai, kata China lebih merujuk pada negara Republik Rakyat China. Padahal, kata dia, warga Tionghoa bukan warga negara tersebut.
"Orang China sendiri menyebut negara mereka Zhong Guo. Kalau internasional kan China, bukan Cina," ujar Ahok.
Basuki yang akrab disapa Ahok itu menilai, Keppres lama yang dikeluarkan pada era Orde Baru telah bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945.
"Keppres yang lama itu bertentangan dengan UUD, cuma zaman dulu orang tidak berani mengujinya. Saya kira tepat setelah 10 tahun menjabat, Pak SBY mencabutnya sebelum turun," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (21/3/2014).
Ahok menilai, kata China lebih merujuk pada negara Republik Rakyat China. Padahal, kata dia, warga Tionghoa bukan warga negara tersebut.
"Orang China sendiri menyebut negara mereka Zhong Guo. Kalau internasional kan China, bukan Cina," ujar Ahok.
(hyk)