AM Fatwa tagih janji Jokowi dulu
Selasa, 18 Maret 2014 - 14:50 WIB
AM Fatwa tagih janji Jokowi dulu
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah menyatakan kesiapannya untuk menjadi calon presiden (capres) untuk Pemilu 2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Langkah tersebut pun mendapat banyak kritikan termasuk dari anggota DPD dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, AM Fatwa. Ia menyayangkan sikap Jokowi.
Pasalnya, Jokowi pernah menyatakan sumpah jabatan untuk memimpin ibu kota selama lima tahun. Dirinya mengaku akan menyurati Jokowi terkait langkahnya tersebut.
"Secara tanggung jawab moral demokrasi dan asas kepatutan saya menyayangkan bahwa Gubernur Jokowi telah mengambil langkah politik yang berbeda dengan janji politiknya semasa kampanye (Pemilukada DKI Jakarta)," tulis AM Fatwa dalam suratnya yang diberikan saat diskusi Nasib DKI Jakarta Pasca Jokowi di Wisma Kodel, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Dirinya sangat menyesalkan keputusan Jokowi. Pasalnya, sejak dahulu dirinya salah satu orang yang mendukung Jokowi sebagai kepala daerah.
"Sejak kampanye tahap kedua Pilgub DKI 2012 saya memberikan dukungan konstruktif, meski disertai berbagai resiko kesalahpahaman sementara publik terhadap saya."
"Tiba-tiba saya merasa suasana hati yang sunyi, hampa, dan galau setelah adanya keputusan pencalonan Gubernur Jokowi menjadi capres," pungkasnya.
Langkah tersebut pun mendapat banyak kritikan termasuk dari anggota DPD dari daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta, AM Fatwa. Ia menyayangkan sikap Jokowi.
Pasalnya, Jokowi pernah menyatakan sumpah jabatan untuk memimpin ibu kota selama lima tahun. Dirinya mengaku akan menyurati Jokowi terkait langkahnya tersebut.
"Secara tanggung jawab moral demokrasi dan asas kepatutan saya menyayangkan bahwa Gubernur Jokowi telah mengambil langkah politik yang berbeda dengan janji politiknya semasa kampanye (Pemilukada DKI Jakarta)," tulis AM Fatwa dalam suratnya yang diberikan saat diskusi Nasib DKI Jakarta Pasca Jokowi di Wisma Kodel, Jakarta, Selasa (18/3/2014).
Dirinya sangat menyesalkan keputusan Jokowi. Pasalnya, sejak dahulu dirinya salah satu orang yang mendukung Jokowi sebagai kepala daerah.
"Sejak kampanye tahap kedua Pilgub DKI 2012 saya memberikan dukungan konstruktif, meski disertai berbagai resiko kesalahpahaman sementara publik terhadap saya."
"Tiba-tiba saya merasa suasana hati yang sunyi, hampa, dan galau setelah adanya keputusan pencalonan Gubernur Jokowi menjadi capres," pungkasnya.
(kri)