MUI Jabar nilai deklarasi pemilu KPU tak efektif
Selasa, 18 Maret 2014 - 10:22 WIB
MUI Jabar nilai deklarasi pemilu KPU tak efektif
A
A
A
Sindonews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyesalkan sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak melibatkannya dalam upaya sosialisasi pemilu secara menyeluruh.
"Semestinya KPU (Jawa Barat) itu merapat ke MUI untuk menaikkan partisipasi pemilih dalam pemilu," kata Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/3/2014).
Ia mengatakan, MUI Jawa Barat hanya diundang untuk menghadiri deklarasi pemilu berintegritas di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, pada 15 Maret. Dalam kegiatan itu, perwakilan MUI harusnya memberikan ceramah berisi imbauan agar publik tidak Golput.
Tapi akhirnya tidak ada satu pun perwakilan MUI Jawa Barat yang datang ke lokasi. Alasannya, kegiatan seperti itu dinilai tidak efektif untuk diisi ceramah agar publik tidak Golput, terutama bagi mereka yang hadir di lokasi.
"Kemarin itu kan karnaval dulu, kita disuruh ceramah agar mereka tidak Golput, itu tidak efektif," tegasnya.
Dalam kondisi massa berkerumun dan lelah, konsentrasi dan daya tangkap mereka yang hadir juga kurang baik. "Paling konsentrasinya ke cendol atau es," cetus Rafani.
Harusnya, KPU mengajak MUI untuk sama-sama merancang program agar angka Golput bisa ditekan. Sementara acara seperti itu menurutnya hanya bersifat parsial.
Meski tidak dilibatkan oleh KPU untuk menekan jumlah Golput, lanjut Rafani, MUI melakukan sejumlah langkah tersendiri. Salah satunya mengimbau para penceramah untuk berceramah mengajak publik tidak Golput.
"Itu bisa dijadikan tema dalam ceramah," ujar Rafani.
Hal itu menurutnya sudah berjalan saat ini. Bahkan ada beberapa penceramah yang mengajak publik tidak Golput pada khotbah salat jumat atau pengajian.
"Semestinya KPU (Jawa Barat) itu merapat ke MUI untuk menaikkan partisipasi pemilih dalam pemilu," kata Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, di Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/3/2014).
Ia mengatakan, MUI Jawa Barat hanya diundang untuk menghadiri deklarasi pemilu berintegritas di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, pada 15 Maret. Dalam kegiatan itu, perwakilan MUI harusnya memberikan ceramah berisi imbauan agar publik tidak Golput.
Tapi akhirnya tidak ada satu pun perwakilan MUI Jawa Barat yang datang ke lokasi. Alasannya, kegiatan seperti itu dinilai tidak efektif untuk diisi ceramah agar publik tidak Golput, terutama bagi mereka yang hadir di lokasi.
"Kemarin itu kan karnaval dulu, kita disuruh ceramah agar mereka tidak Golput, itu tidak efektif," tegasnya.
Dalam kondisi massa berkerumun dan lelah, konsentrasi dan daya tangkap mereka yang hadir juga kurang baik. "Paling konsentrasinya ke cendol atau es," cetus Rafani.
Harusnya, KPU mengajak MUI untuk sama-sama merancang program agar angka Golput bisa ditekan. Sementara acara seperti itu menurutnya hanya bersifat parsial.
Meski tidak dilibatkan oleh KPU untuk menekan jumlah Golput, lanjut Rafani, MUI melakukan sejumlah langkah tersendiri. Salah satunya mengimbau para penceramah untuk berceramah mengajak publik tidak Golput.
"Itu bisa dijadikan tema dalam ceramah," ujar Rafani.
Hal itu menurutnya sudah berjalan saat ini. Bahkan ada beberapa penceramah yang mengajak publik tidak Golput pada khotbah salat jumat atau pengajian.
(kri)