Hanura minta KPU terus update soal DPT
Senin, 17 Maret 2014 - 19:26 WIB
Hanura minta KPU terus update soal DPT
A
A
A
Sindonews.com - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk terus menyampaikan informasi soal perkembangan Daftar Pemilih Tetap (DPT) kepada partai politik (parpol).
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Hanura Didi Apriadi mengatakan, informasi soal perkembangan DPT sangat penting bagi parpol. Karena dengan adanya informasi ini, parpol bisa memberikan masukan hal apa saja yang kurang.
"Makanya Hanura usulkan, bisa enggak di-update oleh semua partai hasil (DPT) itu, biar bisa dikroscek masing-masing partai," kata Didi, usai Work Shop DPT di Gedung KPU, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Didi melanjutkan, menurutnya KPU sudah lebih baik dalam mengelola data soal DPT. Tetapi, dalam menginformasikan hasil perbaikan DPT, pihak KPU dianggap terlalu mengandalkan Panitia Pemungutan Suara (PPS). "Kualitas baik tapi ada metodelogi kelambatan dalam update. KPU masih andalkan PPS," ungkapnya.
Dia menambahkan, sejauh ini perbaikan DPT masih belum semua sempurna. Pasalnya masih ada beberapa daerah seperti, Sumatera Selatan dan Jawa Barat ditemukan DPT yang tidak jelas. Meskipun jumlahnya ribuan, tetapi hak pilih tersebut harus tetap diakomodir.
"Kita minta ribuan data (DPT) untuk dicek ulang, ada yang hilang, ganda, data yang enggak jelas itu. Ini mestinya ada update masing-masing partai," tambahnya.
Sebelumnya, KPU telah menetapkan DPT Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 sebanyak 185.822.507. Jumlah DPT itu diumumkan per 15 Februari 2014. Sementara, dari 10,4 juta DPT bermasalah, KPU mengklaim terus melakukan perbaikan hingga berkurang menjadi 3,4 juta.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Hanura Didi Apriadi mengatakan, informasi soal perkembangan DPT sangat penting bagi parpol. Karena dengan adanya informasi ini, parpol bisa memberikan masukan hal apa saja yang kurang.
"Makanya Hanura usulkan, bisa enggak di-update oleh semua partai hasil (DPT) itu, biar bisa dikroscek masing-masing partai," kata Didi, usai Work Shop DPT di Gedung KPU, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Didi melanjutkan, menurutnya KPU sudah lebih baik dalam mengelola data soal DPT. Tetapi, dalam menginformasikan hasil perbaikan DPT, pihak KPU dianggap terlalu mengandalkan Panitia Pemungutan Suara (PPS). "Kualitas baik tapi ada metodelogi kelambatan dalam update. KPU masih andalkan PPS," ungkapnya.
Dia menambahkan, sejauh ini perbaikan DPT masih belum semua sempurna. Pasalnya masih ada beberapa daerah seperti, Sumatera Selatan dan Jawa Barat ditemukan DPT yang tidak jelas. Meskipun jumlahnya ribuan, tetapi hak pilih tersebut harus tetap diakomodir.
"Kita minta ribuan data (DPT) untuk dicek ulang, ada yang hilang, ganda, data yang enggak jelas itu. Ini mestinya ada update masing-masing partai," tambahnya.
Sebelumnya, KPU telah menetapkan DPT Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 sebanyak 185.822.507. Jumlah DPT itu diumumkan per 15 Februari 2014. Sementara, dari 10,4 juta DPT bermasalah, KPU mengklaim terus melakukan perbaikan hingga berkurang menjadi 3,4 juta.
(maf)