Masyarakat diimbau selektif pilih travel haji dan umrah

Minggu, 16 Maret 2014 - 16:10 WIB
Masyarakat diimbau selektif...
Masyarakat diimbau selektif pilih travel haji dan umrah
A A A
Sindonews.com - Masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih travel atau biro perjalanan ibadah haji dan umrah. Jangan sampai ada masyarakat yang tertipu karena salah memilih travel.

Anggota Komisi VIII DPR Raihan Iskandar menilai, travel haji menjadi peluang usaha yang menggiurkan karena minat masyarakat untuk beribadah haji dan umrah besar. "Ini karena antrean untuk berhaji sangat panjang, jadi minat untuk umrah sangat besar ditambah banyak masyarakat Indonesia yang mampu untuk berumroh," kata Raihan kepada KORAN SINDO, Minggu (16/3/2014).

Raihan juga mengingatkan pemerintah untuk memberikan sosialisasi kepda masyarakat agar mampu mencari travel umroh haji yang aman. Salah satu caranya memaksimalkan peran kantor wilayah (kanwil) dalam melakukan pengawasan.

Sementara itu, Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) bersedia menampung biro travel penyelenggara haji dan umrah yang tidak memiliki izin. Untuk itu, biro travel yang tidak memiliki izin harus sudah memiliki kerja sama formal dengan biro travel penyelenggara haji dan umrah anggota Kesthuri yang resmi dan terdaftar di Kementerian Agama.

Ketua Umum Kesthuri, Asrul Azis Taba mengatakan hal itu untuk mencegah adanya jamaah yang ditelantarkan oleh biro travel penyelenggara haji dan umrah yang tidak memiliki izin.‎ Menurut dia, biro travel tidak berizin diharuskan bekerja sama dengan penyelenggara haji umroh yang berizin maka kontrak seperti hotel dan penerbangan berada di penyelenggara yang berizin.

Dia menilai potensi jamaah umrah terus meningkat setiap tahun. Pada 2013, jumlah jamaah umrah sekitar 600 ribu orang. Tahun ini diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi satu juta jamaah.

"Hal ini terjadi akibat menurunnya jumlah kuota haji untuk Indonesia. Jamaah pada akhirnya memiliki untuk berumrah. Anggota Kesthuri diimbau tidak menerima jamaah di luar kapasitas. Terutama pada bulan Ramadan karena kuota untuk umrah dibatasi untuk setiap negara," katanya.
(dam)
Berita Terkini
Prabowo Disebut Minta...
Prabowo Disebut Minta Nanik Jadi Dewas BGN, Mensesneg: Pengalamannya Bisa Membantu
Hakim Kabulkan Eksepsi...
Hakim Kabulkan Eksepsi Dokter Tifa, Pengacara Jokowi Yakin Sidang Tetap Lanjut
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Bukan Sekadar Kuota,...
Bukan Sekadar Kuota, Rustini Dorong Perempuan Ambil Keputusan Strategis
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, 1.050 Anak Binaan Dapat Remisi
Prabowo Panggil Menteri-menteri...
Prabowo Panggil Menteri-menteri ke Istana Bahas Koperasi Desa Merah Putih
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved