Nyapres, Jokowi digugat ke PN Jakarta Pusat
Minggu, 16 Maret 2014 - 13:38 WIB
Nyapres, Jokowi digugat ke PN Jakarta Pusat
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta yang juga Calon Presiden (Capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo akan dilaporkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Jokowi dinilai tidak menepati janjinya sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. "Iya (dilaporkan). Dia meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru Habiburrahman saat dihubungi Sindonews, Minggu (16/3/2014).
Seharusnya, kata Habiburahman, mantan wali kota Solo itu menyelesaikan terlebih dahulu jabatannya menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2018 mendatang. Karena, sambungnya, banyak janji yang belum ditepati oleh Jokowi untuk kemajuan Jakarta.
"Seharusnya dia (Jokowi) menyelesaikan jabatannya dahulu karena banyak janji Jokowi yang belum direalisasikan," pungkasnya.
Dia menuturkan, ada belasan janji Jokowi yang belum terealisasi untuk warga DKI Jakarta. Oleh karena itu, kata dia, seharusnya Jokowi menepat dahulu janjinya itu ketimbang menjadi capres PDIP.
"Seperti banjir, macet dan tidak ada penggusuran. Seharusnya janji itu ditepati terlebi dahulu," ujarnya.
Sekadar diketahui, berikut 19 janji Jokowi ketika kampanye pemilihan calon gubernur DKI Jakarta seperti yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
1. Tidak memakai voorijder untuk merasakan juga kemacetan.
2. Hanya satu jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.
3. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya.
4. Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.
5. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta.
6. Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan.
7. Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW.
8. Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)
9. Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)
10. Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
11. Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.
12. Membangun mal PKL, ruang publik & revitalisasi pasar tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
13. Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.
14. Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
15. Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama lima tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).
16. Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)
17. Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
18. Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
19. Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.
Jokowi dinilai tidak menepati janjinya sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta. "Iya (dilaporkan). Dia meninggalkan jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta," kata Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru Habiburrahman saat dihubungi Sindonews, Minggu (16/3/2014).
Seharusnya, kata Habiburahman, mantan wali kota Solo itu menyelesaikan terlebih dahulu jabatannya menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2018 mendatang. Karena, sambungnya, banyak janji yang belum ditepati oleh Jokowi untuk kemajuan Jakarta.
"Seharusnya dia (Jokowi) menyelesaikan jabatannya dahulu karena banyak janji Jokowi yang belum direalisasikan," pungkasnya.
Dia menuturkan, ada belasan janji Jokowi yang belum terealisasi untuk warga DKI Jakarta. Oleh karena itu, kata dia, seharusnya Jokowi menepat dahulu janjinya itu ketimbang menjadi capres PDIP.
"Seperti banjir, macet dan tidak ada penggusuran. Seharusnya janji itu ditepati terlebi dahulu," ujarnya.
Sekadar diketahui, berikut 19 janji Jokowi ketika kampanye pemilihan calon gubernur DKI Jakarta seperti yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
1. Tidak memakai voorijder untuk merasakan juga kemacetan.
2. Hanya satu jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.
3. Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya.
4. Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.
5. Menambah 1.000 unit bus Transjakarta.
6. Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan.
7. Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW.
8. Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)
9. Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)
10. Mengatasi banjir dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
11. Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.
12. Membangun mal PKL, ruang publik & revitalisasi pasar tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
13. Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.
14. Membenah birokrasi bersih dan profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
15. Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama lima tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).
16. Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)
17. Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
18. Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
19. Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.
(mhd)