Pejabat sibuk politik, publik diabaikan
Sabtu, 15 Maret 2014 - 02:38 WIB
Pejabat sibuk politik, publik diabaikan
A
A
A
Sindonews.com – Mendekati pemilihan umum (pemilu), pemerintah dinilai semakin acuh terhadap tugas dan tanggung jawabnya kepada rakyat. Pemerintah lebih fokus memenangkan partai politik (parpol) masing-masing, ketimbang mengurusi rakyat.
Hal tersebut terlihat dari penanganan musibah bencana asap di Provinsi Riau yang terjadi akibat kebakaran hutan. "Pemilu memang sudah semakin dekat, kontestasi berebut suara pun semakin sengit. Para menteri ya sibuk merapat ke parpol induknya masing-masing,” Peneliti senior Pusat Penelitian Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro di Jakarta, Jumat 14 Maret 2014.
Dia menyayangkan sikap para pejabat negara di tengah kondisi masyarakat Riau yang semakin kronis, dan mengkhawatirkan. Bahkan, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 49.591 orang di wilayah Riau menderita penyakit akibat asap seperti ispa, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.
“Musibah Riau ini harus mendapatkan perhatian serius. Bukan hanya dari Pemprov Riau, tapi pemerintah pusat harus turun tangan,” ujar Zuhro.
Dia menilai sejak tahun 2013 lalu, para pejabat publik yang juga merupakan elite parpol terlihat lebih sibuk memenangkan pemilu. Pelayanan publik sepanjang tahun 2013-2014 menjadi tidak maksimal, dan bahkan sangat mengecewakan masyarakat. Khususnya, dalam penanggulangan bencana yang sangat lamban.
“Semestinya, para pejabat publik ini fokus saja pada tanggung jawabnya. Bukan parpolnya,” tandasnya.
Selain itu, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semestinya mengingatkan para menterinya untuk bekerja secara maksimal di sisa waktu jabatannya, justru ikut melayangkan surat cuti untuk kampanye terbuka partainya. “Politik menjadi lebih tinggi kastanya dibandingkan dengan pelayanan publik,” tandasnya.
Hal tersebut terlihat dari penanganan musibah bencana asap di Provinsi Riau yang terjadi akibat kebakaran hutan. "Pemilu memang sudah semakin dekat, kontestasi berebut suara pun semakin sengit. Para menteri ya sibuk merapat ke parpol induknya masing-masing,” Peneliti senior Pusat Penelitian Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro di Jakarta, Jumat 14 Maret 2014.
Dia menyayangkan sikap para pejabat negara di tengah kondisi masyarakat Riau yang semakin kronis, dan mengkhawatirkan. Bahkan, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 49.591 orang di wilayah Riau menderita penyakit akibat asap seperti ispa, pneumonia, asma, serta iritasi mata dan kulit.
“Musibah Riau ini harus mendapatkan perhatian serius. Bukan hanya dari Pemprov Riau, tapi pemerintah pusat harus turun tangan,” ujar Zuhro.
Dia menilai sejak tahun 2013 lalu, para pejabat publik yang juga merupakan elite parpol terlihat lebih sibuk memenangkan pemilu. Pelayanan publik sepanjang tahun 2013-2014 menjadi tidak maksimal, dan bahkan sangat mengecewakan masyarakat. Khususnya, dalam penanggulangan bencana yang sangat lamban.
“Semestinya, para pejabat publik ini fokus saja pada tanggung jawabnya. Bukan parpolnya,” tandasnya.
Selain itu, kata dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semestinya mengingatkan para menterinya untuk bekerja secara maksimal di sisa waktu jabatannya, justru ikut melayangkan surat cuti untuk kampanye terbuka partainya. “Politik menjadi lebih tinggi kastanya dibandingkan dengan pelayanan publik,” tandasnya.
(dam)