Debat capres, Yusril-Salim Said adu mulut
Rabu, 12 Maret 2014 - 15:32 WIB
Debat capres, Yusril-Salim Said adu mulut
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra terlibat perdebatan sengit dengan Salim Said, panelis dalam acara Debat Publik Calon Presiden (Capres) Konvensi Rakyat 2014.
Perdebatan itu bermula ketika Salim mengajukan pertanyaan kepada Yusril. Salim menanyakan motivasi Yusril mengikuti konvensi rakyat. Sebab, kata dia, Yusril adalah petinggi partai politik (parpol).
"Konvensi rakyat itu mereka cari calon dan nama-nama dinominasi, kemudian mereka pilih. Tidak ada larangan," jawab Yusril di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2014).
Pengamat militer ini kembali bertanya kepada Yusril, apa yang akan dilakukan jika menjadi pemerintah dan harus menghadapi anggota DPR. "Menghadapi DPR hanya dua yakni argumentasi dan diplomasi," tandasnya.
Yusril balik bertanya kepada Salim mengenai pendapatnya terhadap syarat calon presiden (capres) dengan presidential threshold (PT). Namun Salim enggan menjawab karena merasa bukan tugasnya.
Salim pun melempar pertanyaan kepada Yusril terkait amandemen UUD 1945, mengenai kedudukan MPR dan DPR. Menanggapi pertanyaan itu, Yusril terlihat marah. "Amendemen bukan kerjaan saya. Tanya sama mereka. Anda disuruh tanya sama saya. Panitia tolong diingatkan panelis satu ini," ketus Yusril.
Perdebatan itu bermula ketika Salim mengajukan pertanyaan kepada Yusril. Salim menanyakan motivasi Yusril mengikuti konvensi rakyat. Sebab, kata dia, Yusril adalah petinggi partai politik (parpol).
"Konvensi rakyat itu mereka cari calon dan nama-nama dinominasi, kemudian mereka pilih. Tidak ada larangan," jawab Yusril di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2014).
Pengamat militer ini kembali bertanya kepada Yusril, apa yang akan dilakukan jika menjadi pemerintah dan harus menghadapi anggota DPR. "Menghadapi DPR hanya dua yakni argumentasi dan diplomasi," tandasnya.
Yusril balik bertanya kepada Salim mengenai pendapatnya terhadap syarat calon presiden (capres) dengan presidential threshold (PT). Namun Salim enggan menjawab karena merasa bukan tugasnya.
Salim pun melempar pertanyaan kepada Yusril terkait amandemen UUD 1945, mengenai kedudukan MPR dan DPR. Menanggapi pertanyaan itu, Yusril terlihat marah. "Amendemen bukan kerjaan saya. Tanya sama mereka. Anda disuruh tanya sama saya. Panitia tolong diingatkan panelis satu ini," ketus Yusril.
(dam)