Keakraban Wiranto dengan kusir andong di Malioboro
Sabtu, 08 Maret 2014 - 09:57 WIB
Keakraban Wiranto dengan kusir andong di Malioboro
A
A
A
Sindonews.com - Kereta kuda atau andong merupakan moda transportasi jaman dulu. Seiring perkembangan jaman, moda transportasi itu sudah berubah menggunakan mesin.
Meski andong masih ada di tengah masyarakat Yogyakarta, namun moda transportasi itu berubah untuk dunia pariwisata. Artinya, moda transportasi tersebut untuk kepentingan wisatawan.
"Kalau jaman dulu memang kemana-mana naik andong, tapi sekarang sudah berubah pada sektor wisata, seperti yang ada di Malioboro," kata Wiranto, Calon Presiden dari Partai Hanura di Yogyakarta, Jumat 7 Maret 2014.
Wiranto mengaku terkenang dengan andong. Dia mengaku saat usianya 28 hari di tahun 1947, sudah naik andong menuju Solo, Jawa Tengah dari Blunyah Gede, Jetis, Kota Yogyakarta.
"Saya lahir di Yogya, 67 tahun lalu (4-4-1947), baru usia 28 hari naik andong menuju Solo, sampai di Klaten kudanya mati," kelakar Wiranto kepada Surahman, salah satu kusir andong di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.
Berdasarkan pantauan, Wiranto terlihat asyik 'ngobrol' dengan Surahman di atas kereta kuda. Surahman yang menjadi kusir andong sejak 1975 itu menyampaikan unek-uneknya pada Wiranto. Dia mengaku senang dengan andongnya dinaiki Calon Presiden.
"Semoga besok sukses memimpin negeri ini," ujar Surahman polos kepada Wiranto.
Wiranto sempat memberi Surahman Award Hati Nurani Rakyat dan segepok uang. "Ini sedikit uang untuk berobat kalau sakit, beli pakan kuda biar sehat," celetuk Wiranto.
Setelah melakukan percakapan, Wiranto meminta Surahman untuk mengantar ke Masjid Syuhada di Kota Baru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Keduanya langsung bergegas meninggalkan Malioboro menuju Masjid untuk menunaikan salat Jumat berjamaah.
Sebelum pergi, beberapa pedagang kaki lima dan masyarakat sekitat terlihat meminta foto bersama dengan Wiranto. Dengan penuh keramahan, Wiranto yang mengenakan baju putih terlihat mengumbar senyum.
Meski andong masih ada di tengah masyarakat Yogyakarta, namun moda transportasi itu berubah untuk dunia pariwisata. Artinya, moda transportasi tersebut untuk kepentingan wisatawan.
"Kalau jaman dulu memang kemana-mana naik andong, tapi sekarang sudah berubah pada sektor wisata, seperti yang ada di Malioboro," kata Wiranto, Calon Presiden dari Partai Hanura di Yogyakarta, Jumat 7 Maret 2014.
Wiranto mengaku terkenang dengan andong. Dia mengaku saat usianya 28 hari di tahun 1947, sudah naik andong menuju Solo, Jawa Tengah dari Blunyah Gede, Jetis, Kota Yogyakarta.
"Saya lahir di Yogya, 67 tahun lalu (4-4-1947), baru usia 28 hari naik andong menuju Solo, sampai di Klaten kudanya mati," kelakar Wiranto kepada Surahman, salah satu kusir andong di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.
Berdasarkan pantauan, Wiranto terlihat asyik 'ngobrol' dengan Surahman di atas kereta kuda. Surahman yang menjadi kusir andong sejak 1975 itu menyampaikan unek-uneknya pada Wiranto. Dia mengaku senang dengan andongnya dinaiki Calon Presiden.
"Semoga besok sukses memimpin negeri ini," ujar Surahman polos kepada Wiranto.
Wiranto sempat memberi Surahman Award Hati Nurani Rakyat dan segepok uang. "Ini sedikit uang untuk berobat kalau sakit, beli pakan kuda biar sehat," celetuk Wiranto.
Setelah melakukan percakapan, Wiranto meminta Surahman untuk mengantar ke Masjid Syuhada di Kota Baru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Keduanya langsung bergegas meninggalkan Malioboro menuju Masjid untuk menunaikan salat Jumat berjamaah.
Sebelum pergi, beberapa pedagang kaki lima dan masyarakat sekitat terlihat meminta foto bersama dengan Wiranto. Dengan penuh keramahan, Wiranto yang mengenakan baju putih terlihat mengumbar senyum.
(rsa)