Ada inisial pejabat ESDM & anggota DPR di amplop Rp2 M
Senin, 03 Maret 2014 - 06:33 WIB
Ada inisial pejabat ESDM & anggota DPR di amplop Rp2 M
A
A
A
Sindonews.com - Fakta baru terkait uang sekira Rp2 miliar dalam sejumlah amplop yang disita KPK dari sejumlah ruangan di Kantor Pusat Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) atau Gedung Aset Kementerian ESDM menemukan titik terang.
Pada penggeledahan Jumat 7 Februari di Gedung PPBMN, penyidik KPK menemukan uang dalam sejumlah amplop dalam pecahan uang rupiah di sejumlah ruangan dan dan mobil Toyota Kijang Innova milik Sri Utami, Kabid Pemindahtanganan Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara PPBMN.
Dari informasi yang berhasil dihimpun KORAN SINDO, uang sekira Rp2 miliar yang disita dari Gedung PPBM dan mobil Sri Utami itu tertulis kode-kode atau inisial di bagian pojok amplop-amplop. Bahkan ada unsur internal dan eksternal ESDM.
"Inisial di amplop-amplop itu insial orang ESDM. Mungkin juga orang Senayan ada juga," kata sumber kepada KORAN SINDO, Minggu 2 Maret malam.
Setiap amplop bahkan ada yang berisi sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta. KPK sebelumnya punya informasi sehingga kantor itu harus digeledah. Menurut seorang sumber di KPK, bila honor rapat tentu uang yang ada dalam amplop itu paling banyak antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.
"Ini amplop-amplop isinya ada yang Rp100juta, ada Rp150 juta. Masa honor begitu," tegasnya.
Dia melanjutkan, uang Rp2 miliar itu semakin menguatkan pembagian jatah di kalangan atau intenal ESDM baik peruntukan untuk internal maupun eksternal seperti DPR. "Karena itu kan diklarifikasi. Misalnya ke Sri Utami. Nanti kan ada jawaban-jawaban," tandasnya.
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengaku belum mengetahui informasi soal isi amplop-amplop dan kode peruntukan yang disita dari Gedung PPBMN dan mobil Sri yang disita pada penggeledahan Jumat 7 Februari lalu.
"Kan kita periksa dulu orang-orangnya yang disita dari ruangannya. Sri Utami, Agus Salim (Ketua PPBMN) kan sudah diperika," ungkap Johan saat dikonfirmasi KORAN SINDO di Jakarta, tadi malam.
Pada penggeledahan Jumat 7 Februari di Gedung PPBMN, penyidik KPK menemukan uang dalam sejumlah amplop dalam pecahan uang rupiah di sejumlah ruangan dan dan mobil Toyota Kijang Innova milik Sri Utami, Kabid Pemindahtanganan Penghapusan dan Pemanfaatan Barang Milik Negara PPBMN.
Dari informasi yang berhasil dihimpun KORAN SINDO, uang sekira Rp2 miliar yang disita dari Gedung PPBM dan mobil Sri Utami itu tertulis kode-kode atau inisial di bagian pojok amplop-amplop. Bahkan ada unsur internal dan eksternal ESDM.
"Inisial di amplop-amplop itu insial orang ESDM. Mungkin juga orang Senayan ada juga," kata sumber kepada KORAN SINDO, Minggu 2 Maret malam.
Setiap amplop bahkan ada yang berisi sekitar Rp100 juta hingga Rp150 juta. KPK sebelumnya punya informasi sehingga kantor itu harus digeledah. Menurut seorang sumber di KPK, bila honor rapat tentu uang yang ada dalam amplop itu paling banyak antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.
"Ini amplop-amplop isinya ada yang Rp100juta, ada Rp150 juta. Masa honor begitu," tegasnya.
Dia melanjutkan, uang Rp2 miliar itu semakin menguatkan pembagian jatah di kalangan atau intenal ESDM baik peruntukan untuk internal maupun eksternal seperti DPR. "Karena itu kan diklarifikasi. Misalnya ke Sri Utami. Nanti kan ada jawaban-jawaban," tandasnya.
Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengaku belum mengetahui informasi soal isi amplop-amplop dan kode peruntukan yang disita dari Gedung PPBMN dan mobil Sri yang disita pada penggeledahan Jumat 7 Februari lalu.
"Kan kita periksa dulu orang-orangnya yang disita dari ruangannya. Sri Utami, Agus Salim (Ketua PPBMN) kan sudah diperika," ungkap Johan saat dikonfirmasi KORAN SINDO di Jakarta, tadi malam.
(hyk)