Dana pendidikan jangan sampai dipakai untuk pemilu

Kamis, 27 Februari 2014 - 19:34 WIB
Dana pendidikan jangan...
Dana pendidikan jangan sampai dipakai untuk pemilu
A A A
Sindonews.com - Dihentikannya dana abadi pendidikan dicurigai untuk kepentingan pemilu. DPR pun akan membahas mengenai masalah tersebut dengan pemerintah.

Anggota Komisi X DPR Tubagus Dedi Gumelar berpendapat, jangan sampai alokasi dana pendidikan dipakai untuk pemilu. Legislatif sendiri tidak membenarkan hal tersebut dan akan mencegah pemakaian dana yang tidak benar itu terjadi.

Dedi menegaskan, tahun ini dan seterusnya dana abadi pendidikan mesti diprioritaskan oleh pemerintah, karena kepentingannya untuk dunia pendidikan sangat besar.

"Tapi jangan digunakan untuk pemilu. Tidak benar itu. Dana abadi harus ada," kata legislator yang biasa disapa Miing ini, di Jakarta, Kamis (27/2/2014).

Politikus PDIP ini menjelaskan, selama ini tidak ada pembahasan penggunaan dana abadi pendidikan untuk beasiswa, riset atau dana kebencanaan. Pembahasan yang ada dana abadi pendidikan itu digunakan sebagai dana darurat saja.

Namun DPR akan meminta penjelasan ke pemerintah, apakah dana abadi pendidikan yang dihentikan ini masih menjamin untuk beasiswa. DPR tidak mau jika hak siswa untuk menempuh pendidikan terganggu.

Sementara Direktur Kegiatan Pendidikan LPDP Abdul Kahar menjelaskan, kucuran dana abadi terakhir yang masuk ialah pada APBN 2013 sebanyak Rp5 triliun. Pihaknya sendiri sudah meminta ke pemerintah untuk pengucuran kembali tahun ini namun tidak diberikan.

Dia mengungkapkan, pemerintah beralasan tahun ini sedang banyak kegiatan sehingga
membutuhkan dana besar. Sayangnya, dia tidak memberi penjelasan kegiatan besar apa yang dimaksud sehingga mengorbankan dana abadi pendidikan.

Direktur Perencanaan Usaha dan Pengembangan Dana LPDP M Mahdum menambahkan, LPDP akan tetap meminta kucuran dana abadi pendidikan untuk periode 2015 dan selanjutnya.

Kebutuhan yang diperlukan LPDP untuk membiayai kegiatan beasiswa, riset, dan rehabilitasi sekolah rusak hingga saat ini sekitar Rp560 miliar. Selama 2013 ada 1.555 orang mendapatkan beasiswa untuk memulai studi S2 dan S3 di dalam dan di luar negeri.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Infografis
Rusia Peringatkan Jangan...
Rusia Peringatkan Jangan Uji Kesabarannya untuk Gunakan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved