Anas: Semua akan berlalu
Rabu, 19 Februari 2014 - 23:53 WIB
Anas: Semua akan berlalu
A
A
A
Sindonews.com - Ketika menginjakkan kaki di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 Januari 2014, Anas Urbaningrum sempat menanyakan kepada penyidik tentang penetapan dirinya sebagai tersangka gratifikasi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sarana Olahraga (P3SON) Hambalang.
Anas juga mengungkapkan soal tuduhan dirinya menerima mobil Toyota Harrier terkait proyek tersebut. Pertanyaan itu disampaikan mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu kepada Bambang Sukotjo, ketua tim penyidik kasus Anas. Pertanyaan itu disampaikannya dengan nada bercanda. “Kok bisa saya jadi tersangka gratifikasi Harrier?” Dia hanya tertawa. Anas pun kembali bertanya “Kok aneh, saya bisa jadi tersangka di KPK untuk kasus Harrier?”
Percakapan ini terungkap melalui tulisan berjudul "Buku Harian Anas" di laman blog Kompasiana pada Rabu (19/2/2014). Tulisan itu diposting oleh akun bernama Sahabat Anas Urbaningrum. Namun pada sore harinya, pemilik akun tersebut menghapus laman tulisan tersebut.
Pada akhir tulisan itu, Anas mengungkapkan perasaannya tentang penahanan dirinya. "Pasti ada yang senang dan bahagia dengan penahanan ini, ada pula yang bersedih. Ada yang tertawa, ada yang menangis. Itulah dua sisi kehidupan yang tak terpisahkan. Saya harus memandangnya biasa saja, karena pasti tidak ada yang kekal. Semua akan berganti. Semua akan berlalu," demikian tulisan di laman tersebut.
Terkait tulisan di blog itu, fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono mengatakan tulisan tersebut hanya menceritakan kondisi Anas Urbaningrum selama berada di Rutan KPK sejak awal ditahan hingga saat ini. "Ooh... Itu cuma tulisan-tulisan Mas Anas selama berada di Rutan KPK. Cuma cerita saja," kata Sri saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Namun, menurut Sri, artikel tersebut saat ini sudah ditarik dari Kompasiana karena Sri meyakini belum saatnya untuk mempublikasikan artikel tersebut."Bukan, tadi sudah ditarik dari peredaran karena belum waktunya muncul," ujar Sri.
Saat dikonfirmasi, siapa pemilik akun Sahabat Anas yang meng-upload tulisan tersebut, Sri mengaku sama sekali tidak mengetahui."Tidak tahu, kan sahabat mas Anas. Berarti semua yang jadi sahabatnya Mas Anas," papar Sri.
Berita:
Curhat Anas di balik terali besi
Anas juga mengungkapkan soal tuduhan dirinya menerima mobil Toyota Harrier terkait proyek tersebut. Pertanyaan itu disampaikan mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu kepada Bambang Sukotjo, ketua tim penyidik kasus Anas. Pertanyaan itu disampaikannya dengan nada bercanda. “Kok bisa saya jadi tersangka gratifikasi Harrier?” Dia hanya tertawa. Anas pun kembali bertanya “Kok aneh, saya bisa jadi tersangka di KPK untuk kasus Harrier?”
Percakapan ini terungkap melalui tulisan berjudul "Buku Harian Anas" di laman blog Kompasiana pada Rabu (19/2/2014). Tulisan itu diposting oleh akun bernama Sahabat Anas Urbaningrum. Namun pada sore harinya, pemilik akun tersebut menghapus laman tulisan tersebut.
Pada akhir tulisan itu, Anas mengungkapkan perasaannya tentang penahanan dirinya. "Pasti ada yang senang dan bahagia dengan penahanan ini, ada pula yang bersedih. Ada yang tertawa, ada yang menangis. Itulah dua sisi kehidupan yang tak terpisahkan. Saya harus memandangnya biasa saja, karena pasti tidak ada yang kekal. Semua akan berganti. Semua akan berlalu," demikian tulisan di laman tersebut.
Terkait tulisan di blog itu, fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono mengatakan tulisan tersebut hanya menceritakan kondisi Anas Urbaningrum selama berada di Rutan KPK sejak awal ditahan hingga saat ini. "Ooh... Itu cuma tulisan-tulisan Mas Anas selama berada di Rutan KPK. Cuma cerita saja," kata Sri saat dihubungi Sindonews, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Namun, menurut Sri, artikel tersebut saat ini sudah ditarik dari Kompasiana karena Sri meyakini belum saatnya untuk mempublikasikan artikel tersebut."Bukan, tadi sudah ditarik dari peredaran karena belum waktunya muncul," ujar Sri.
Saat dikonfirmasi, siapa pemilik akun Sahabat Anas yang meng-upload tulisan tersebut, Sri mengaku sama sekali tidak mengetahui."Tidak tahu, kan sahabat mas Anas. Berarti semua yang jadi sahabatnya Mas Anas," papar Sri.
Berita:
Curhat Anas di balik terali besi
(dam)