KPU belum buat kebijakan relokasi TPS Kelud
Rabu, 19 Februari 2014 - 15:13 WIB
KPU belum buat kebijakan relokasi TPS Kelud
A
A
A
Sindonews.com - Pasca meletusnya Gunung Kelud, Jawa Timur pekan lalu, kini lahar mulai mengancam warga yang tinggal di sekitar daerah Kelud, seperti Kediri, Malang, Blitar dan Tulungagung.
Akibatnya banyak warga yang memilih mengungsi untuk menghindari terjangan lahar yang datang sewaktu-waktu akibat hujan yang mengguyur sejak dua hari lalu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum membuat kebijakan terkait hak pilih warga terkena dampak bencana Kelud. Termasuk relokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tempat-tempat pengungsian warga.
Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, pihaknya kesulitan untuk memutuskan relokasi TPS. Sebab, kondisi pengungsi saling berpencar saat ini.
"Kalau mereka terpencar kita tidak mungkin merelokasi TPS, karena pemilihnya di banyak titik," ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Arief melanjutkan, para pengungsi diketahui tidak berada di satu titik seperti kabupaten/kota, melainkan pengungsi memilih untuk mengungsi lintas kabupaten/kota. Akibatnya sangat menyulitkan bagi petugas KPU dalam mendata.
"Misalnya warga Kediri dia bisa mengungsi di Kabupaten Malang. Ini perlu kami dapatkan data detailnya," ungkap Arief.
Untuk mengantisipasi dampak bencana termasuk luapan lahar, Arif mengaku ada dua strategi yang harus ditempuh KPU provinsi dan kabupaten/kota. Antara lain, memindahkan pemilih ke TPS baru dengan formulir A5, atau memindahkan lokasi TPS ke titik pengungsian.
"Tiap hari warga bisa berpindah-pindah lokasi pengungsian, atau ke rumah saudaranya ke tempat lain," tutupnya.
Baca berita:
Banyak bencana, KPU bisa tunda pemilu
Akibatnya banyak warga yang memilih mengungsi untuk menghindari terjangan lahar yang datang sewaktu-waktu akibat hujan yang mengguyur sejak dua hari lalu.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum membuat kebijakan terkait hak pilih warga terkena dampak bencana Kelud. Termasuk relokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di tempat-tempat pengungsian warga.
Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, pihaknya kesulitan untuk memutuskan relokasi TPS. Sebab, kondisi pengungsi saling berpencar saat ini.
"Kalau mereka terpencar kita tidak mungkin merelokasi TPS, karena pemilihnya di banyak titik," ujar Arief di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (19/2/2014).
Arief melanjutkan, para pengungsi diketahui tidak berada di satu titik seperti kabupaten/kota, melainkan pengungsi memilih untuk mengungsi lintas kabupaten/kota. Akibatnya sangat menyulitkan bagi petugas KPU dalam mendata.
"Misalnya warga Kediri dia bisa mengungsi di Kabupaten Malang. Ini perlu kami dapatkan data detailnya," ungkap Arief.
Untuk mengantisipasi dampak bencana termasuk luapan lahar, Arif mengaku ada dua strategi yang harus ditempuh KPU provinsi dan kabupaten/kota. Antara lain, memindahkan pemilih ke TPS baru dengan formulir A5, atau memindahkan lokasi TPS ke titik pengungsian.
"Tiap hari warga bisa berpindah-pindah lokasi pengungsian, atau ke rumah saudaranya ke tempat lain," tutupnya.
Baca berita:
Banyak bencana, KPU bisa tunda pemilu
(kri)