PKS: Pemerintah biang ricuh dana saksi parpol

Selasa, 18 Februari 2014 - 17:08 WIB
PKS: Pemerintah biang...
PKS: Pemerintah biang ricuh dana saksi parpol
A A A
Sindonews.com - Sikap kurang tegas yang ditunjukkan pemerintah membuat persoalan dana saksi partai politik (parpol) tidak kunjung selesai. Penyebabnya, pemerintah membiarkan penyelenggara dan peserta pemilu saling 'sikut'.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Fahri Hamzah, penyebab kericuhan dana saksi parpol ada di pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kata dia, harusnya pemerintah memfasilitasi pemilu termasuk soal pembiayaan penyelenggara pemilu.

"Sekali-kali tegas dong SBY soal dana saksi (parpol) dan Mitra PPL untuk pemilu, kita mau Pemilu 2014 sah, bukan kaya di 2009," ujar Fahri usai diskusi pemilu, di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Fahri mengatakan, sikap ambigu pemerintah soal dana saksi parpol justru menjadikan KPU dan Bawaslu menjadi tameng terkait rencana skema pengawasan Mitra Panitia Pengawas Lapangan (PPL) dan saksi parpol. Bagaimana tidak, soal pengawasan harusnya pemerintah berani mengambil risiko dengan menyiapkan payung hukum semisal peraturan presiden (perpres).

Padahal, kata Fahri, uang semua ada di pemerintahan SBY. Jadi tinggal ketegasan pemerintahan SBY yang dibutuhkan di saat parpol masih tarik-menarik.

Fahri menegaskan, dana saksi parpol dan Mitra PPL penting untuk mengawas Pemilu 2014 berjalan dengan luber dan jurdil. Kalau pemerintah tak setuju, maka potensi kecurangan terutama di tempat pemungutan suara (TPS) pasti akan terulang seperti Pemilu 2009.

Pasalnya, tidak semua parpol sanggup menyebar saksinya di seluruh TPS di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 500 ribu. "Kalau Anda mau liat legitimasi pemilu lebih baik tolonglah perang logistik ini kita atasi," sambungnya.

Baca berita:
Bawaslu: Hampir pasti dana saksi parpol batal
(kri)
Berita Terkait
Khawatir Pemilu 2024...
Khawatir Pemilu 2024 Bar-bar, Revisi Anggaran Perlu Didorong
Dehidrasi Demokrasi...
Dehidrasi Demokrasi dan Politik
Alokasi Anggaran Pemilu...
Alokasi Anggaran Pemilu 2024 Capai Rp38 Triliun, Sri Mulyani: Antisipasi 2 Putaran
Anggaran Pemilu 2024...
Anggaran Pemilu 2024 Disepakati Rp76 Triliun
Anggaran Pemilu dan...
Anggaran Pemilu dan Kegamangan yang Berulang
Penetapan Jadwal Pemilu...
Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Molor, Anggaran dan Persiapan Teknis Terdampak
Berita Terkini
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Minta DPR Pakai Hak Angket untuk Selesaikan Ketegangan Polri vs Kejagung
Kapolri Tak Hadir di...
Kapolri Tak Hadir di Rapat Satgas PKH, Jubir: Semua Unsur Tetap Terwakili
Istana Belum Terima...
Istana Belum Terima Usulan Jaksa Agung soal Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah
Mensesneg Sebut Pengunduran...
Mensesneg Sebut Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus Tidak Pakai Keppres
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi, Nasibnya di Satgas PKH Belum Jelas
Ini Alasan KPK Belum...
Ini Alasan KPK Belum Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Infografis
Melawan Donald Trump,...
Melawan Donald Trump, 7 Kampus Elite AS Kehilangan Dana Miliaran Dolar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved