Konvensi ricuh, Ruhut yakin tak pengaruhi Demokrat
Jum'at, 14 Februari 2014 - 15:15 WIB
Konvensi ricuh, Ruhut yakin tak pengaruhi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Debat calon presiden melalui konvensi semi terbuka Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur sempat dihiasi aksi saling lempar kursi.
Namun, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul meyakini peristiwa itu tidak akan berpengaruh terhadap partainya. "Kalau ribut seperti ini tidak akan berpengaruh ke Demokrat," kata Ruhut saat dihubungi wartawan, Jumat (14/2/2014).
Ruhut mengaku tak tahu pendukung siapa yang memulai terjadinya peristiwa itu. Namun, dengan kejadian tersebut Anggota Komisi III ini menyebut ada capres yang mulai bimbang.
"Namun ada beberapa calon yang mulai galau. Untuk siapa pemicunya saya belum tahu," tegasnya.
Ia pun mengkritisi pendukung peserta yang membuat kericuhan dalam kegiatan tersebut. "Kalau memang ada yang sengaja membuat kericuhan artinya, bagaimana mau jadi calon presiden kalau massanya saja tidak bisa ditertibkan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan mewarnai acara debat Konvensi Capres Partai Demokrat sesi dua di Grand City, Surabaya, Kamis, 13 Februari 2014 malam. Keributan bermula ketika para pendukung kandidat saling meneriakkan yel-yel. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba bentrokan terjadi.
Aksi saling lempar kursi terjadi dari kubu pendukung dua kandidat capres. Tidak diketahui kubu siapa yang memulai keributan ini.
Beruntung, kericuhan yang terjadi sekira 19.30 WIB ini hanya berlangsung sesaat. Polisi yang berada di lokasi langsung mengamankan wilayah sekitar. Kejadian berlangsung hanya sesaat sebelum lima capres memasuki ruang debat.
Lima capres yang melakukan debat pada sesi kedua ini adalah Dino Patti Djalal, Marzuki Alie, Irman Gusman, Ali Masykur Musa, dan Dahlan Iskan. Seluruh capres membawa serta puluhan hingga ratusan orang pendukungnya. Dari kelima capres, pendukung terbesar tampak didominasi Dahlan Iskan dan Irman Gusman.
Baca berita:
Kericuhan Konvensi Demokrat berawal dari tempat duduk
Namun, Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul meyakini peristiwa itu tidak akan berpengaruh terhadap partainya. "Kalau ribut seperti ini tidak akan berpengaruh ke Demokrat," kata Ruhut saat dihubungi wartawan, Jumat (14/2/2014).
Ruhut mengaku tak tahu pendukung siapa yang memulai terjadinya peristiwa itu. Namun, dengan kejadian tersebut Anggota Komisi III ini menyebut ada capres yang mulai bimbang.
"Namun ada beberapa calon yang mulai galau. Untuk siapa pemicunya saya belum tahu," tegasnya.
Ia pun mengkritisi pendukung peserta yang membuat kericuhan dalam kegiatan tersebut. "Kalau memang ada yang sengaja membuat kericuhan artinya, bagaimana mau jadi calon presiden kalau massanya saja tidak bisa ditertibkan," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan mewarnai acara debat Konvensi Capres Partai Demokrat sesi dua di Grand City, Surabaya, Kamis, 13 Februari 2014 malam. Keributan bermula ketika para pendukung kandidat saling meneriakkan yel-yel. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba bentrokan terjadi.
Aksi saling lempar kursi terjadi dari kubu pendukung dua kandidat capres. Tidak diketahui kubu siapa yang memulai keributan ini.
Beruntung, kericuhan yang terjadi sekira 19.30 WIB ini hanya berlangsung sesaat. Polisi yang berada di lokasi langsung mengamankan wilayah sekitar. Kejadian berlangsung hanya sesaat sebelum lima capres memasuki ruang debat.
Lima capres yang melakukan debat pada sesi kedua ini adalah Dino Patti Djalal, Marzuki Alie, Irman Gusman, Ali Masykur Musa, dan Dahlan Iskan. Seluruh capres membawa serta puluhan hingga ratusan orang pendukungnya. Dari kelima capres, pendukung terbesar tampak didominasi Dahlan Iskan dan Irman Gusman.
Baca berita:
Kericuhan Konvensi Demokrat berawal dari tempat duduk
(kri)