Indonesia-Singapura tak perlu perpanjang kontroversi

Rabu, 12 Februari 2014 - 09:35 WIB
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura tak perlu perpanjang kontroversi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Singapura saat ini dinilai tidak paham dengan konteks peristiwa pengeboman MacDonald House oleh Usman dan Harun serta penyelesaian diplomatiknya. Sehingga, yang diingat adalah situasi traumatis akibat pengeboman itu ketika melayangkan protes penamaan KRI Usman Harun.

"Sebaliknya indonesia pun tak perlu terlalu marah sebab sikap Singapura itu juga ada dasarnya," ujar Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi Sindonews, Rabu (12/2/2014).

Menurutnya, pernyataan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Laksamana Muda (Laksda) Iskandar Sitompul dengan membandingkan KRI Diponegoro yang tidak dikomplain Belanda sangat tidak sebanding. Sebab, Belanda menjajah Jawa, posisinya Diponegoro melawan penjajah.

"Sementara kasus Usman Harun, Singapura bukan penjajah. Justru kita 'meneror' mereka dengan bom. Alasan Bung Karno soal konfrontasi Malaysia adalah argumen ideologis karena memusuhi Inggris. Tapi korbannya kan rakyat sipil Singapura," jelas dia.

Dilanjutkannya, Indonesia tentunya memiliki alasan ideologis mengangkat nama Usman Harun untuk dipakai dalam kapal perang. "Singapura kembali ingat trauma itu dan mungkin saja berpikir apakah Indonesia akan membangkitkan propaganda ideologis lagi kepada mereka," ucap dia.

Ahmad berpendapat, paling arif kalau kedua belah pihak bicara terbuka menjelaskan posisi masing-masing dalam konteks kesamaan di ASEAN. Agar polemik ini tidak semakin melebar ke depannya.

"Duduk bicara, tak perlu memperpanjang kontroversi, sebab tak ada untungnya. Permusuhan ideologis kedua negara sudah berakhir sejak lama, karena itu Lee Kuan Yeuw datang ke TMP Kalibata. Indonesia juga tak protes atas hukuman gantung untuk keduanya."

"Jadi, konflik ideologis zaman Soekarno itu sudah berakhir. TNI pun tak setuju dengan konflik itu, karenanya Ali Murtopo melakukan lobi bersama Adam Malik kala itu," tutupnya.

Baca berita:
Usman Harun mampu jatuhkan pesawat tempur
(kri)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Resmi Sertijab, Posisi...
Resmi Sertijab, Posisi Wagub AAL Kini Dijabat Laksma TNI Arif Badrudin
Laksamana Malahayati...
Laksamana Malahayati Menginspirasi TNI Angkatan Laut
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Peringatan HUT ke-79...
Peringatan HUT ke-79 TNI Angkatan Laut
5 Negara Asia dengan...
5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga
Berita Terkini
PN Jaksel Gelar Sidang...
PN Jaksel Gelar Sidang Pembacaan Putusan Praperadilan Andrie Yunus Hari Ini
Melembagakan Otot Diplomasi...
Melembagakan Otot Diplomasi Prabowo
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Kurban dan Pembangunan
Kurban dan Pembangunan
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved