Pemilu mahal karena caleg tak pernah sapa konstituen

Selasa, 11 Februari 2014 - 20:07 WIB
Pemilu mahal karena...
Pemilu mahal karena caleg tak pernah sapa konstituen
A A A
Sindonews.com - Biaya untuk menggelar hajat demokrasi rakyat, pemilihan umum (pemilu), terbilang sangat mahal. Mengenai banyaknya uang rakyat yang harus keluar untuk pesta ini, anggota Komisi III Fraksi Demokrat Saan Mustopa memiliki alasannya.

Saan menyatakan pemilu menjadi mahal lantaran banyak calon legislatif (caleg), baik yang baru maupun caleg bertahan (petahana), tidak pernah intens turun ke konstituennya. Hal tersebut berdampak pada biaya kampanye mahal.

Sehingga, banyak para caleg mengambil jalan pintas dengan mencari sumber pembiayaan kampanye dengan menghalalkan segala cara.

"Sebelum pemilu mereka anteng-anteng saja (tidak turun). Ini yang buat biaya bengkak karena mereka kerja instan," kata Saan saat diskusi bertajuk 'Dana Kampanye di Musim Pemilu' di Media Center KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Khusus untuk caleg petahana, sangat tidak masuk akal jika harus mengeluarkan biaya politik yang sangat mahal. Saan berpendapat, peluang menang tanpa kampanye mahal untuk caleg petahana bisa dilaksanakan jika rajin turun ke bawah.

Namun kesempatan itu, diakuinya justru kurang banyak dimanfaatkan para caleg lama. Sehingga istilah 'bayar utang' saat menjadi anggota dewan menjadi beban dan cenderung rawan penyimpangan.

"Apalagi stigma sekarang keluarkan dana kampanye besar maka dampaknya perilaku koruptif, itu juga kadang tidak semua benar," ujar Saan.

Sebagai caleg petahana, seharusnya fungsi kunjungan ke daerah pemilihan dianggap representatif dalam undang-undang. Tetapi, hal itu banyak disia-siakan. Alhasil, saat menjelang pemilu, caleg petahana malah berjibaku dengan caleg pendatang baru.

"Jadi bagi anggota DPR itu bagian otomatis meski dalam dapil itu tidak bisa dikatakan tidak kampanye juga," tutupnya.

Baca:
Biaya kampanye caleg per orang diprediksi mencapai Rp2 M
Pembahasan dana kampanye parpol dinilai tak serius
(hyk)
Berita Terkait
Sumbangan Dana Kampanye...
Sumbangan Dana Kampanye Paslon Adnan-Kio Capai Rp2,4 Miliar
Soal Dana Kampanye,...
Soal Dana Kampanye, Ini Penjelasan Waketum Garuda
Konferensi Pers Bawaslu...
Konferensi Pers Bawaslu Terkait Laporan Dana Kampanye
KPU Akan Batasi Dana...
KPU Akan Batasi Dana Kampanye di Pilkada, Besaran Variatif per Daerah
Fahri Hamzah: Aturan...
Fahri Hamzah: Aturan Dana Kampanye Langgengkan Korupsi
Pasangan Calon Bisa...
Pasangan Calon Bisa Didiskualifikasi karena Dana Kampanye
Berita Terkini
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
ADIGSI dan Crest Kerja...
ADIGSI dan Crest Kerja Sama Pengembangan Keamanan Siber Nasional
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved