Undangan dibatalkan sepihak, Pemerintah Singapura lebay

Senin, 10 Februari 2014 - 11:53 WIB
Undangan dibatalkan...
Undangan dibatalkan sepihak, Pemerintah Singapura lebay
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Singapura memiliki hak untuk membatalkan undangan terhadap militer Indonesia dalam acara akrobat pesawat militer pada Singapore Airshow di negara mereka.

Tetapi, sikap mereka yang membatalkan undangan itu karena penamaan KRI Usman Harun milik TNI Angkatan Laut (AL), dinilai berlebihan.

"Itu hak mereka untuk mengundang dan membatalkan. Hanya saja saya menilai Pemerintah Singapura berlebihan (lebay)," kata Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya, saat dihubungi wartawan, Senin (10/2/2014).

Tantowi menilai, sikap pemerintah Singapura yang memprotes pemberian nama armada perang TNI AL itu, justru sudah mencampuri urusan dalam negeri Indonesia. "Usman dan Harun adalah pahlawan nasional kita. Mereka melakukan tugas dengan baik. Tidak ada yang salah dengan keputusan kita. Saya berharap Pemerintah untuk tidak bergeming," ucapnya.

Terakhir Tantowi mengatakan, sikap pemerintah Singapura belakangan ini membuat hubungan kedua negara terganggu, dan pembatalan undangan militer Indonesia dalam acara Singapore Airshow membuat kondisi kedua negara tidak kondusif.

"Sekarang saja sudah terganggu. Pembatalan ini saya nilai berlebihan dan membuat situasi semakin tidak kondusif," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Singapura membatalkan undangan yang diberikan kepada militer Indonesia untuk hadir dalam akrobat pesawat militer atau Singapore Airshow. Pembatalan undangan itu sebagai buntut protes penamaan kapal militer Indonesia dengan nama KRI Usman Harun.

Singapura protes penamaan KRI Usman Harun karena keduanya merupakan tokoh yang ditangkap dan dihukum gantung oleh pemerintah Singapura atas tuduhan melakukan pengeboman di sekitar MacDonald House di Orchard Road, Singapura pada 10 Maret 1965. Jenazah kedua ini pun telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Dibatalkan sepihak, TNI siap tarik Tim Jupiter dari Singapura
Singapura batal undang RI untuk akrobat pesawat militer
Penjelasan Panglima TNI soal penamaan KRI Usman Harun
(maf)
Berita Terkait
Tenggelam di Mamberamo...
Tenggelam di Mamberamo Raya Papua, Penumpang Dievakuasi
Resmi Sertijab, Posisi...
Resmi Sertijab, Posisi Wagub AAL Kini Dijabat Laksma TNI Arif Badrudin
Laksamana Malahayati...
Laksamana Malahayati Menginspirasi TNI Angkatan Laut
3 Jenderal TNI AU yang...
3 Jenderal TNI AU yang Pernah Menjabat Sebagai Panglima TNI, Terakhir KSAU Pertama di Indonesia
Peringatan HUT ke-79...
Peringatan HUT ke-79 TNI Angkatan Laut
5 Negara Asia dengan...
5 Negara Asia dengan Angkatan Laut Terkuat, Indonesia Patut Bangga
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved