Soal Moeldoko, Abraham, & Yenny, ini kata SDA
Minggu, 09 Februari 2014 - 21:19 WIB
Soal Moeldoko, Abraham, & Yenny, ini kata SDA
A
A
A
Sindonews.com - Saat ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah memiliki capres dari internal, yakni Suryadharma Ali (SDA) yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PPP. Namun dari hasil Mukernas II PPP yang digelar di Kota Bandung, juga menghasilkan enam nama lain yang masuk dalam pantauan partai berlambang kabah tersebut.
Dari enam nama yang sudah terpublikasi, tiga nama beken yang awalnya disebut-sebut masuk dalam radar PPP, yakni Yenni Wahid, Abraham Samad, dan Jenderal TNI Moeldoko terdegradasi. Apa alasan ketiganya terdegradasi?
"Jendral Moeldoko memang ada semangat mencalonkan itu, tapi disadari beliau TNI aktif. PPP jangan menggoda beliau masuk politik aktif," kata SDA kepada wartawan di Bandung, Minggu (9/2/2013).
Sementara nama Abraham Samad juga tereliminasi lantaran dia saat ini dikenal sebagai Ketua KPK yang tentu saja independen. Dikhawatirkan, jika Abraham masuk dalam bursa capres maka akan timbul efek negatif terhadap dirinya dan juga partai yang mengusung.
"Terakhir, Mbak Yenni (Yenni Wahid) memang belum bersedia. Sementara Anis (Anis Baswedan) sudah masuk Konvensi Demokrat," bebernya.
SDA mengungkapkan, alasan PPP menetapkan enam nama lain yang masuk dalam pantauan tiada lain adalah orang-orang tersebut dianggap bisa diperhitungkan di kemudian hari. Selain itu keenam nama itu pun telah disepakati dalam forum mukernas.
Baca berita:
Nyapres, SDA usung jargon 'Merah Putih Bisa!'
Dari enam nama yang sudah terpublikasi, tiga nama beken yang awalnya disebut-sebut masuk dalam radar PPP, yakni Yenni Wahid, Abraham Samad, dan Jenderal TNI Moeldoko terdegradasi. Apa alasan ketiganya terdegradasi?
"Jendral Moeldoko memang ada semangat mencalonkan itu, tapi disadari beliau TNI aktif. PPP jangan menggoda beliau masuk politik aktif," kata SDA kepada wartawan di Bandung, Minggu (9/2/2013).
Sementara nama Abraham Samad juga tereliminasi lantaran dia saat ini dikenal sebagai Ketua KPK yang tentu saja independen. Dikhawatirkan, jika Abraham masuk dalam bursa capres maka akan timbul efek negatif terhadap dirinya dan juga partai yang mengusung.
"Terakhir, Mbak Yenni (Yenni Wahid) memang belum bersedia. Sementara Anis (Anis Baswedan) sudah masuk Konvensi Demokrat," bebernya.
SDA mengungkapkan, alasan PPP menetapkan enam nama lain yang masuk dalam pantauan tiada lain adalah orang-orang tersebut dianggap bisa diperhitungkan di kemudian hari. Selain itu keenam nama itu pun telah disepakati dalam forum mukernas.
Baca berita:
Nyapres, SDA usung jargon 'Merah Putih Bisa!'
(kri)