SBY: Selamat berjuang capres, ingat rakyat adalah penguasa RI
Minggu, 09 Februari 2014 - 17:52 WIB
SBY: Selamat berjuang capres, ingat rakyat adalah penguasa RI
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengucapkan selamat berjuang bagi para calon presiden yang akan bertarung di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Namun, Presiden SBY mengingatkan kepada para pimpinan partai politik dan calon presiden agar memahami siapa pemilik kekuasaan dan kedaulatan sejati di Indonesia.
Presiden menyebut, pemilik kekuasaan dan kedaulatan sejati di Indonesia tiada lain adalah rakyat. Oleh karena itu Presiden mengajak semua pihak untuk memikirkan 240 juta rakyat Indonesia.
“Mereka 240 juta itu, the silent majority dan the real power of the nation,” tegas SBY, saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2014 di Benteng Marlborough, Bengkulu, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Minggu (9/2/2014).
Sehingga menurut Presiden, selain takdir Allah SWT, yang akan terpilih menjadi Presiden RI untuk periode 2014-2019 mendatang adalah yang paling dipercaya dan disukai rakyat.
“Keputusan rakyat final dan mengikat, tidak boleh diganggu gugat. Rakyat juga tidak bisa dibeli, karena mereka punya hati nurani,” tutur SBY.
Presiden dua periode ini mengingatkan, agar para calon presiden tidak salah baca dan salah hitung. Pengalamannya mengikuti dua kali presiden, menurutnya, karena belajar mendengarkan, mengikuti dan mengetahui pandangan, harapan, perasaan dan hati nurani rakyat.
“Ini tidak selalu tercermin dalam liputan media massa, ataupun dalam perbincangan di ruang seminar dan forum politik yang lain,” ungkap SBY.
Bertepatan dengan Hari Pers Nasional ini, SBY berharap pers berkontribusi secara aktif dan konstruktif, agar politik, demokrasi dan pemilu Indonesia kian matang, berkualitas, dan bermartabat. Selain itu, SBY meminta pers memberikan ruang yang cukup dan relatif adil bagi semua peserta pemilu, baik pemilu legislatif, maupun pemilihan presiden.
“Ikutlah menyebarluaskan visi, opsi dan solusi yang ditawarkan calon legislatif, termasuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, agar rakyat bisa menguju dan mengkritisi apakah solusi dan tindakan yang dijanjikan itu realistis atau tidak,” pesannya.
Presiden juga berharap pers ikut pula memperkenalkan sosok, integritas dan kapasitas para calon itu, agar ketika rakyat hendak menjatuhkan pilihannya rakyat sungguh mengetahui siapa calon-calon itu.
Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2014 ini dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhohono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendikbud M Nuh, Ketua PWI Margiono, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Gubernur Bengkulu Junaidi.
Namun, Presiden SBY mengingatkan kepada para pimpinan partai politik dan calon presiden agar memahami siapa pemilik kekuasaan dan kedaulatan sejati di Indonesia.
Presiden menyebut, pemilik kekuasaan dan kedaulatan sejati di Indonesia tiada lain adalah rakyat. Oleh karena itu Presiden mengajak semua pihak untuk memikirkan 240 juta rakyat Indonesia.
“Mereka 240 juta itu, the silent majority dan the real power of the nation,” tegas SBY, saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Pers Nasional 2014 di Benteng Marlborough, Bengkulu, seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Minggu (9/2/2014).
Sehingga menurut Presiden, selain takdir Allah SWT, yang akan terpilih menjadi Presiden RI untuk periode 2014-2019 mendatang adalah yang paling dipercaya dan disukai rakyat.
“Keputusan rakyat final dan mengikat, tidak boleh diganggu gugat. Rakyat juga tidak bisa dibeli, karena mereka punya hati nurani,” tutur SBY.
Presiden dua periode ini mengingatkan, agar para calon presiden tidak salah baca dan salah hitung. Pengalamannya mengikuti dua kali presiden, menurutnya, karena belajar mendengarkan, mengikuti dan mengetahui pandangan, harapan, perasaan dan hati nurani rakyat.
“Ini tidak selalu tercermin dalam liputan media massa, ataupun dalam perbincangan di ruang seminar dan forum politik yang lain,” ungkap SBY.
Bertepatan dengan Hari Pers Nasional ini, SBY berharap pers berkontribusi secara aktif dan konstruktif, agar politik, demokrasi dan pemilu Indonesia kian matang, berkualitas, dan bermartabat. Selain itu, SBY meminta pers memberikan ruang yang cukup dan relatif adil bagi semua peserta pemilu, baik pemilu legislatif, maupun pemilihan presiden.
“Ikutlah menyebarluaskan visi, opsi dan solusi yang ditawarkan calon legislatif, termasuk Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, agar rakyat bisa menguju dan mengkritisi apakah solusi dan tindakan yang dijanjikan itu realistis atau tidak,” pesannya.
Presiden juga berharap pers ikut pula memperkenalkan sosok, integritas dan kapasitas para calon itu, agar ketika rakyat hendak menjatuhkan pilihannya rakyat sungguh mengetahui siapa calon-calon itu.
Puncak peringatan Hari Pers Nasional 2014 ini dihadiri oleh Ibu Negara Ani Yudhohono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menkominfo Tifatul Sembiring, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Mendikbud M Nuh, Ketua PWI Margiono, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, dan Gubernur Bengkulu Junaidi.
(hyk)