Jaga elektabilitas, Demokrat harus pintar kelola isu
Jum'at, 07 Februari 2014 - 08:08 WIB
Jaga elektabilitas, Demokrat harus pintar kelola isu
A
A
A
Sindonews.com - Belum lama ini, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis penelitian terbarunya yang menyebutkan elektabilitas Partai Demokrat hanya mendapatkan 4,7 persen. Jika hal itu terjadi maka partai yang berkuasa selama dua periode itu akan berakhir menjadi partai gurem.
Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik menilai, Partai Demokrat masih memiliki harapan untuk setidaknya memperoleh suara di sekira angka 10-12 persen meski sulit menjadi nomor satu lagi.
"Dengan angka itu, bisa saja mereka melakukan koalisi dengan partai-partai Islam untuk mencapai threshold, sehingga pemenang Konvensi Partai Demokrat tetap dapat maju sebagai capres," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Jumat (7/2/2014).
Namun, lanjutnya, hal itu sangat terpulang kepada seberapa bagus Demokrat mengelola isu korupsi terutama isu yang berkaitan dengan konflik “Anas vs SBY”. Jika hal itu gagal dilakukan, bukan tidak mungkin penelitian tersebut bisa terjadi.
"Isu ini sangat berat memukul mereka karena memuncak justru menjelang Pileg. Kita lihat lah seberapa lihai SBY mengendalikan konflik ini," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil survei elektabilitas Partai Demokrat kian hari kian merosot. Bahkan, tingkatan kemorosotan elektabilitas Partai Demokrat seperti tidak terbendung, yakni menurun drastis dengan memperoleh 4,7 persen.
Baca berita:
Elektabilitas anjlok, Demokrat ogah kecil hati
Demokrat: Survei LSI tak mewakili suara rakyat
Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Ahmad Taufan Damanik menilai, Partai Demokrat masih memiliki harapan untuk setidaknya memperoleh suara di sekira angka 10-12 persen meski sulit menjadi nomor satu lagi.
"Dengan angka itu, bisa saja mereka melakukan koalisi dengan partai-partai Islam untuk mencapai threshold, sehingga pemenang Konvensi Partai Demokrat tetap dapat maju sebagai capres," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Jumat (7/2/2014).
Namun, lanjutnya, hal itu sangat terpulang kepada seberapa bagus Demokrat mengelola isu korupsi terutama isu yang berkaitan dengan konflik “Anas vs SBY”. Jika hal itu gagal dilakukan, bukan tidak mungkin penelitian tersebut bisa terjadi.
"Isu ini sangat berat memukul mereka karena memuncak justru menjelang Pileg. Kita lihat lah seberapa lihai SBY mengendalikan konflik ini," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil survei elektabilitas Partai Demokrat kian hari kian merosot. Bahkan, tingkatan kemorosotan elektabilitas Partai Demokrat seperti tidak terbendung, yakni menurun drastis dengan memperoleh 4,7 persen.
Baca berita:
Elektabilitas anjlok, Demokrat ogah kecil hati
Demokrat: Survei LSI tak mewakili suara rakyat
(kri)