Capres yang punya kapabilitas lebih teruji
Sabtu, 01 Februari 2014 - 16:57 WIB
Capres yang punya kapabilitas lebih teruji
A
A
A
Sindonew.com - Peneliti Indonesia Research Centre (IRC) Yunita Mandolang menilai, masyarakat mulai sadar bahwa elektabilitas atau tingkat keterpilihan bisa diciptakan dengan cara instan melalui politik pencitraan.
Namun kemampuan atau kapabilitas seseorang dalam memimpin merupakan bagian paling utama untuk mendapatkan perhatian pemilih. Sebab, faktor kapabilitas teruji saat seseorang menjalankan pemerintahan.
"Seperti pilot. Tidak hanya menerbangkan pesawat tapi harus bisa menghadapi badai," ujar Yunita saat rilis survei capres 2014: Elektabilitas vs Kapabilitas, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (1/2/2014).
Yunita melanjutkan, pihaknya perlu menguji apakah faktor elektabitas menjadi pilihan utama pemilih.
Dalam surveinya, dia menganggap publik sudah pandai menilai setiap calon presiden (capres) harus meninggalkan faktor tersebut. Elektabilitas, kata dia, akhirnya hanya menjadi wacana yang sepintas.
Oleh sebab itu, lanjut dia, semua calon yang ingin merebut hati rakyat disarankan meninggalkan elektabilitas yang diciptakan dari pencitraan. Dia menegaskan, gejala politik pencitraan sudah dibaca publik di dua periode pemilu terakhir.
"Kapabilitas apakah cukup kita pilih dan sanggup menjalankan pemerintahan begitu dipilih perlu kita uji lagi nanti," ujarnya.
Dalam surveinya, IRC menyandingkan faktor elektabilitas dengankapabilitas. Dari 12 calon presiden yang beredar di publik, IRC menemukan tiga masing-masing calon yang mempunyai kapablitas tinggi. Mereka antara lain, Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Pasangan Capres dan Cawapres Hanura Wiranto - Hary Tanoesoedibjo (Win-HT).
Berita:
Kapabilitas Win-HT di atas Prabowo
Namun kemampuan atau kapabilitas seseorang dalam memimpin merupakan bagian paling utama untuk mendapatkan perhatian pemilih. Sebab, faktor kapabilitas teruji saat seseorang menjalankan pemerintahan.
"Seperti pilot. Tidak hanya menerbangkan pesawat tapi harus bisa menghadapi badai," ujar Yunita saat rilis survei capres 2014: Elektabilitas vs Kapabilitas, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (1/2/2014).
Yunita melanjutkan, pihaknya perlu menguji apakah faktor elektabitas menjadi pilihan utama pemilih.
Dalam surveinya, dia menganggap publik sudah pandai menilai setiap calon presiden (capres) harus meninggalkan faktor tersebut. Elektabilitas, kata dia, akhirnya hanya menjadi wacana yang sepintas.
Oleh sebab itu, lanjut dia, semua calon yang ingin merebut hati rakyat disarankan meninggalkan elektabilitas yang diciptakan dari pencitraan. Dia menegaskan, gejala politik pencitraan sudah dibaca publik di dua periode pemilu terakhir.
"Kapabilitas apakah cukup kita pilih dan sanggup menjalankan pemerintahan begitu dipilih perlu kita uji lagi nanti," ujarnya.
Dalam surveinya, IRC menyandingkan faktor elektabilitas dengankapabilitas. Dari 12 calon presiden yang beredar di publik, IRC menemukan tiga masing-masing calon yang mempunyai kapablitas tinggi. Mereka antara lain, Joko Widodo, Jusuf Kalla, dan Pasangan Capres dan Cawapres Hanura Wiranto - Hary Tanoesoedibjo (Win-HT).
Berita:
Kapabilitas Win-HT di atas Prabowo
(dam)