Nama Jokowi mulai tenggelam dalam survei capres
Rabu, 29 Januari 2014 - 20:53 WIB
Nama Jokowi mulai tenggelam dalam survei capres
A
A
A
Sindonews.com - Nama Gubernur DKI Joko Widodo tenggelam dalam elektabilitas bakal calon presiden (capres) berdasarkan hasil penelitian Focus Survey Indonesia (FCI).
Dari 15 nama yang disurvei, nama Joko Widodo (Jokowi) hanya berada di peringkat ke enam dengan dukungan 5,2 persen. Jokowi berada di bawah calon presiden dari Partai Hanura Wiranto yang dipilih 8,4 persen responden.
Direktur Focus Survey Indonesia (FSI) Soedarsono, memiliki penjelasan mengenai hasil survei tersebut.
"Kita milih Jokowi sebagai Wali Kota Solo belum menyelesaikan jabatan. Ditambah sebagai gubernur, Jokowi apakah layak pemimpin belum menyelesaikan tugas menaiki posisi sebagai capres," ujar Soedarsono, di Warung Bumbu Desa, Jakarta, Selasa (29/1/2014).
Menurut Soedarsono, responden tidak mengatakan Jokowi jelek. Hanya saja jabatan harus diselesaikan hingga akhir masa jabatan. Lagipula Jokowi belum mampu menghadapi tekanan besar. Apalagi PDI Perjuangan juga belum tentu mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2014.
"Bangsa kita butuh strong leadership, tegas, menyelesaikan kasus korupsi, mencegah disintegrasi bangsa yang terjadi agar kita tidak dilecehkan pihak-pihak asing. SBY-Boediono tingkat kepercayaan masyarakat menurun," kata dia.
Dari 15 nama yang disurvei, nama Joko Widodo (Jokowi) hanya berada di peringkat ke enam dengan dukungan 5,2 persen. Jokowi berada di bawah calon presiden dari Partai Hanura Wiranto yang dipilih 8,4 persen responden.
Direktur Focus Survey Indonesia (FSI) Soedarsono, memiliki penjelasan mengenai hasil survei tersebut.
"Kita milih Jokowi sebagai Wali Kota Solo belum menyelesaikan jabatan. Ditambah sebagai gubernur, Jokowi apakah layak pemimpin belum menyelesaikan tugas menaiki posisi sebagai capres," ujar Soedarsono, di Warung Bumbu Desa, Jakarta, Selasa (29/1/2014).
Menurut Soedarsono, responden tidak mengatakan Jokowi jelek. Hanya saja jabatan harus diselesaikan hingga akhir masa jabatan. Lagipula Jokowi belum mampu menghadapi tekanan besar. Apalagi PDI Perjuangan juga belum tentu mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2014.
"Bangsa kita butuh strong leadership, tegas, menyelesaikan kasus korupsi, mencegah disintegrasi bangsa yang terjadi agar kita tidak dilecehkan pihak-pihak asing. SBY-Boediono tingkat kepercayaan masyarakat menurun," kata dia.
(hyk)