Perludem: Pileg 2014 bikin pemilih mabuk

Minggu, 26 Januari 2014 - 12:50 WIB
Perludem: Pileg 2014...
Perludem: Pileg 2014 bikin pemilih mabuk
A A A
Sindonews.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyatakan setuju dengan sistem pemilu serentak pada tahun 2019 sekalipun masih harus mengatur atau menyertakan posisi pemilukada.

Menurut Ketua Perludem Didik Supriyanto, lewat sebagian pasal yang dikabulkan dalam Undang-undang Nomor 42 tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden secara serentak mampu mengurangi beban biaya dan efesiensi waktu.

Sedangkan pada pemilu terpisah, seperti yang terjadi sekarang ini, pemilih cenderung 'mabuk' karena harus memilih nama-nama calon legislatif yang jumlahnya ratusan ribu.

"Pemilu Legislatif kita itu membuat pemilih kita mabuk karena konsekuensinya calon harus berhadapan dengan pemilih 80 ribu suara," kata Didik, saat diskusi 'Menata Ulang Jadwal Pilkada: Menuju Pemilu Serentak Nasional dan Pemilu Serentak Daerah' di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta, Minggu (26/1/2014).

Didik mengatakan, dengan sistem yang dibangun dalam pemilu sekarang, maka pemilih harus dihadapkan pada ribuan caleg yang tidak semuanya dikenali.

Belum lagi, kata Didik, sesudah Pemilu Legislatif, masyarakat harus kembali dihadapkan pada Pemilu Presiden dengan aturan ambang batas Presiden Threshold yang masyarakat sama sekali tidak mengetahui hal itu.

"Artinya untuk memilih dari partai saja sampai ada yang 10 (caleg). Nah, Pileg itu sudah mabuk, maka ditambah Pilpres maka tambah mabuk," ujarnya.

Dengan kata lain, Perludem menganggap sistem pemilu yang dilakukan lebih dari satu kali membuat banyak efek negatif bagi hak kontitusi warga. Maka menurutnya, pemilu serentak merupakan jawaban alternatif mengatasi 'kegoncangan' pemilu yang membingungkan masyarakat.

Baca berita:
Putusan MK soal pemilu serentak dianggap terlambat
(kri)
Berita Terkait
Partisipasi Pemilih...
Partisipasi Pemilih Pilkada Jakarta di Bawah Pilpres 2024
Pemilu 2024, KPU Sebut...
Pemilu 2024, KPU Sebut Partisipasi Pemilih Capai 81 Persen
Demi Partisipasi Pemilih...
Demi Partisipasi Pemilih di Pilkada, KPPS Perlu Pakai Hazmat?
Hasil Survei: Swing...
Hasil Survei: Swing Voters Menentukan Arah Pilpres 2024
Bertemu Relawan di Tangerang,...
Bertemu Relawan di Tangerang, Kaesang Bicara soal Swing Voters
Partispasi Pemilih di...
Partispasi Pemilih di Pilkada 2024 di Bawah 70%, KPU Bakal Lakukan Evaluasi
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved