Ubah Permenkes karena hambat layanan kesehatan di RS

Sabtu, 25 Januari 2014 - 03:09 WIB
Ubah Permenkes karena...
Ubah Permenkes karena hambat layanan kesehatan di RS
A A A
Sindonews.com - Presidium Komite Aksi Jaminan Nasional (KJAS) Indra Munaswar mengatakan, permasalahan besar terjadi di lapangan, dikarenakan adanya Permenkes Nomor 96 Tahun 2013 di dalamnya diatur tarif pengobatan serta obat-obatan yang masuk dalam sistem Indonesia Case Based Groups (INA CBGs).

INA CBGs sangat membatasi tindakan medis dalam pengobatan penyakit dari indikasi medis yang sudah diperhitungkan dari Permenkes tersebut.

Dia mencontohkan, dalam penanganan DBD yang diindikasikan selama tujuh hari, namun setelah tujuh hari dan penyakitnya belum sembuh pasien sudah disuruh pulang.

"Sistem INA CBGs menghambat pelayanan kesehatan di rumah sakit (RS). Pemerintah harus merubah Permenkes tersebut," kata Indra di Jakarta, Jumat 24 Januari 2014.

Menurutnya, seharusnya Permenkes tersebut dilihat dari berbagai sisi mulai dari tindakan medis, lamanya perawatan, obat-obatan, dan alat-alat kesehatan.

Sementara, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zainal Abidin mengatakan, tarif INA CBGs kacau selain tarifnya yang tidak lengkap, tarif yang diberlakukan juga kecil. Paket INA CBGs juga memberatkan rumah sakit yang melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurutnya, penentuan tarif INA CBGs melenceng dari kaidah standar pelayanan minimum dan perhitungan hospital base rate. Dia mencontohkan tindakan operasi usus buntu di RS swasta tipe C hanya diberikan jatah harga sebesar Rp2,1 juta.

"Hal itu tidak masuk akal, dengan tarif yang rendah rumah sakit swasta akan susah untuk melayani pasien," pungkasnya.

Permenkes soal pelayanan kesehatan didesak dicabut
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Selamat Ginting: Prabowo...
Selamat Ginting: Prabowo Harus Jadi Panglima Tertinggi Pemberantasan Korupsi
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan...
MAKI Bakal Ajukan Praperadilan atas Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri ke Kejagung
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Presiden Petisi Ahli...
Presiden Petisi Ahli Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung Sesuai dengan UU Kejaksaan
Kapolri Temui Jaksa...
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Boni Hargens Apresiasi
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved