Publik curiga terkait saksi parpol dibiayai negara

Rabu, 22 Januari 2014 - 16:01 WIB
Publik curiga terkait...
Publik curiga terkait saksi parpol dibiayai negara
A A A
Sindonews.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tengah menganggarkan sebanyak Rp700 miliar untuk perwakilan 12 partai politik (parpol) yang menempatkan satu saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengawasi pemungutan dan penghitungan suara.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), M Afifuddin mengatakan, masyarakat cenderung sulit untuk membedakan mana saksi yang berasal dari penyelenggara pemilu, dan mana saksi yang berasal dari parpol.

Afif mengatakan, saksi yang ditempatkan parpol tidak akan mengawasi secara objektif. Karena keberadaan mereka hanya menguntungkan partainya. Sementara dengan dibiayai negara, pengawas parpol justru mengancam independensi pemilu.

"Kita tidak bisa bedakan mana lembaga yang di luar (biayai) negara, dan mana yang tidak. Parpol yang riang gembira dapat pembiayaan saksi oleh negara," kata Afif saat jumpa pers di Bakoel Coffe, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2014).

Afif berpendapat, jika harus menempatkan perwakilan parpol sebagai pengawas, maka beban anggaran harus ditanggung masing-masing parpol. Menurutnya, langkah tersebut untuk mengurangi kecurigaan publik.

Sebab, jika Bawaslu memaksakan hal itu, maka unsur pengawas pemilu tahun ini bisa dipastikan menjadi beban dan tanggung jawab negara. "Kalau kita hitung TPS yang ada 550 ribu, saksi (parpol) adalah alat partai, kenapa harus dibiayai negara. Ini semua akhirnya dibayar negara," ucapnya.

Seperti diketahui, Bawaslu mendapat kucuran dana pengawasan pemilu senilai Rp1,5 triliun. Dana sebanyak itu berdasarkan rincian adalah Rp800 miliar untuk bimtek dan honor mitra Panitia Pengawas Pemilu (PPL) yakni 'gerakan sejuta relawan' dan sisanya Rp700 miliar untuk membayar pengawas dari 12 parpol.

Saksi dibiayai negara, dianggap rampok uang negara
(maf)
Berita Terkait
Khawatir Pemilu 2024...
Khawatir Pemilu 2024 Bar-bar, Revisi Anggaran Perlu Didorong
Dehidrasi Demokrasi...
Dehidrasi Demokrasi dan Politik
Alokasi Anggaran Pemilu...
Alokasi Anggaran Pemilu 2024 Capai Rp38 Triliun, Sri Mulyani: Antisipasi 2 Putaran
Anggaran Pemilu 2024...
Anggaran Pemilu 2024 Disepakati Rp76 Triliun
Anggaran Pemilu dan...
Anggaran Pemilu dan Kegamangan yang Berulang
Penetapan Jadwal Pemilu...
Penetapan Jadwal Pemilu 2024 Molor, Anggaran dan Persiapan Teknis Terdampak
Berita Terkini
Nadiem Makarim Laporkan...
Nadiem Makarim Laporkan 4 Hakim Kasus Chromebook ke KY, Singgung Dugaan Manipulasi Fakta Sidang
Komisi VIII DPR: Ada...
Komisi VIII DPR: Ada Ancaman Besar jika LGBT Masif di Indonesia
Muktamar ke-35 NU: Siapa...
Muktamar ke-35 NU: Siapa Layak Menjadi Rais Aam?
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
3 Polisi Gugur di Tangan...
3 Polisi Gugur di Tangan Sindikat Narkoba, Pakar Desak Polisi Tindak Tegas Pelaku
Prabowo dan PM Singapura...
Prabowo dan PM Singapura Bakal Teken 26 MoU dalam Leaders' Retreat di Istana Merdeka
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved