Rata-rata 514 jiwa tewas tiap tahun akibat bansor

Selasa, 21 Januari 2014 - 13:55 WIB
Rata-rata 514 jiwa tewas...
Rata-rata 514 jiwa tewas tiap tahun akibat bansor
A A A
Sindonews.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim, jika tren bencana banjir dan longsor (bansor) di Indonesia terus meningkat.

Hal tersebut dikatakan, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Menurutnya, tahun 2003 kejadian banjir dan longsor 266 kejadian dan tahun 2013 ada 822 kejadian.

"Dalam 11 tahun terakhir, bencana bansor terbanyak pada tahun 2010 yaitu, 1.433 kejadian. Total bencana bansor selama 2003-2013 sebanyak 6.288 kejadian atau 572 per tahunnya," kata Sutopo, lewat pesan elektroniknya, Selasa (21/1/2014).

Sutopo mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan akibat bansor cukup besar. Total korban tewas selama tahun 2003-2013 ada 5.650 jiwa atau rata-rata 514 jiwa tewas per tahunnya. "Sebanyak 1,5 juta jiwa rata-rata mengungsi dan menderita akibat bansor," ucapnya.

Sesungguhnya, bencana bansor adalah akibat dari semua faktor penyebabnya. Faktor antropogenik lebih dominan dibandingkan faktor alam sebagai penyebab timbulnya bansor.

Pola hujan memang telah berubah makin tinggi intensitasnya. Tapi bertambahnya jumlah penduduk, urbanisasi, konversi lahan, rendahnya kesadaran membuang sampah, tata ruang, minimnya konservasi tanah dan air dan lainnya menjadi penyumbang utama meningkatnya kerentanan banjir.

Ini tercermin dari DAS kritis di Indonesia. Lebih kurang ada 68 DAS kritis. Daya dukung lahan yang sudah terlampaui, diantaranya Jawa sejak tahun 2006. Degradasi hutan masih cukup tinggi. Di Indonesia tahun 2008 tutupan hutan 49,4 persen lalu tahun 2012 menjadi 47,7 persen.

Di Jawa hutan hanya ada sekira 16,1 persen. Idealnya 30 persen dari luas keseluruhan. Tata ruang berbasis peta risiko bencana hendaknya diterapkan ketat. Produk hukum yang mengatur lingkungan dan terkait pengendalian bansor juga sudah banyak. Namun implementasi masih rendah.

Bencana adalah urusan bersama antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Pemerintah dan pemda menjadi penanggung jawab. Sudah banyak upaya yang dilakukan kementerian atau lembaga sesuai portopolionya. Bencana harus menjadi penggerak atau wake up call untuk membenahi semua masalah. Jika tidak bencana bansor akan terus berkelanjutan.

Korban banjir kembali berjatuhan
Polemik SBY ke Bali saat warganya jadi korban Banjir
(maf)
Berita Terkait
10 Bencana Alam Paling...
10 Bencana Alam Paling Mematikan pada Tahun 2023
Pemulihan Pascabencana...
Pemulihan Pascabencana Dinilai Perlu Komitmen Semua Pihak
Ribuan Kejadian Bencana...
Ribuan Kejadian Bencana Mengintai, Jabar Kampanyekan Cetak Biru JRCP
Hari Kesiapsiagaaan...
Hari Kesiapsiagaaan Bencana, BNPB Ingatkan Pentingnya Latihan dan Simulasi
Data Terbaru Korban...
Data Terbaru Korban Bencana Sumatera: 1.112 Orang Meninggal, 176 Hilang
Antisipasi Bencana,...
Antisipasi Bencana, Mujiyat Pimpin Rapat Kesiapsiagaan Bencana
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved