Isi buku SBY dinilai sebagai bentuk arogansi
Minggu, 19 Januari 2014 - 22:47 WIB
Isi buku SBY dinilai sebagai bentuk arogansi
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Boni Hargens mengkritiki buku Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berjudul "Selalu ada pilihan". Pasalnya, buku setebal 824 halaman itu sebagai bentuk arogansi SBY.
Dia mengkritisi sub judul di dalam buku SBY yang diluncurkan pada 17 Januari 2014 terkait menyarankan pada para calon presiden (capres) untuk memenangkan pemilu.
"Itu bentuk arogansi besar, apa keberhasilan SBY? Tidak ada" kata Boni Hargens, di Gallery Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2014).
Lebih lanjut dia berpendapat, tidak ada keberhasilan SBY dalam menjalankan roda pemerintahan. Maka dari itu, dia menilai, pemerintahan SBY hanya dipenuhi kebohongan.
Jika terdapat kemajuan, menurutnya, hal itu pun hanya pencitraan politik. "Kalau ada yakni pencitraan politik yang luar biasa. SBY tak tahu diri," pungkasnya.
Baca:
Isi buku SBY: Menang pemilu tak cukup pencitraan
Dia mengkritisi sub judul di dalam buku SBY yang diluncurkan pada 17 Januari 2014 terkait menyarankan pada para calon presiden (capres) untuk memenangkan pemilu.
"Itu bentuk arogansi besar, apa keberhasilan SBY? Tidak ada" kata Boni Hargens, di Gallery Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (19/1/2014).
Lebih lanjut dia berpendapat, tidak ada keberhasilan SBY dalam menjalankan roda pemerintahan. Maka dari itu, dia menilai, pemerintahan SBY hanya dipenuhi kebohongan.
Jika terdapat kemajuan, menurutnya, hal itu pun hanya pencitraan politik. "Kalau ada yakni pencitraan politik yang luar biasa. SBY tak tahu diri," pungkasnya.
Baca:
Isi buku SBY: Menang pemilu tak cukup pencitraan
(mhd)