Demokrat pecat loyalis Anas dari DPR?
Kamis, 16 Januari 2014 - 20:26 WIB
Demokrat pecat loyalis Anas dari DPR?
A
A
A
Sindonews.com - Kabar mengejutkan datang dari salah satu politikus Partai Demokrat, sekaligus loyalis Anas Urbaningrum dan pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) Pergerakan Perhimpunan Indonesia (PPI), Gede Pasek Suardika.
Dikabarkan, anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu, dipecat dari keanggotan di DPR, oleh fraksinya.
Saat hal ini dikonfirmasi oleh rekan sesama aktivis di PPI, Tridianto menyatakan, kalau benar Gede Pasek dipecat dari keanggotaan di DPR, keputusan ini adalah putusan kontroversial.
"Jika dipecat atau di PAW (Pengganti Antar Waktu), saya kira keputusan yang kontroversial, karena dasar untuk memecat tidak ada, anggota DPR bisa dipecat itu kalau yang bersangkutan masuk ke partai lain atau melakukan tindakaan tercela seperti korupsi atau pidana lain," kata Tridianto saat dikonfirmasi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Tri mengungkapkan, Demokrat akan semakin tengelam kalau sampai melakukan pemecatan kader yang tidak bersalah. Menurutnya, publik akan mengecap Demokrat sebagai partai yang otoriter.
"Main pecat saja, kalau alasan Pasek menjadi Sekjen PPI juga tidak ada aturan partai yang melarang anggotanya masuk di ormas tertentu. Jadi saya kira dengan sisa waktu yang tinggal berapa bulan lagi, Demokrat konsentrasi untuk menaikkan elektabilitas partai, bukan malah mengambil keputusan menurunkan elektabilitas partai," pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Sindonews masih mengkonfirmasi pihak terkait, soal adanya pemecatan Gede Pasek Suardika ini.
Dikabarkan, anggota DPR dari Fraksi Demokrat itu, dipecat dari keanggotan di DPR, oleh fraksinya.
Saat hal ini dikonfirmasi oleh rekan sesama aktivis di PPI, Tridianto menyatakan, kalau benar Gede Pasek dipecat dari keanggotaan di DPR, keputusan ini adalah putusan kontroversial.
"Jika dipecat atau di PAW (Pengganti Antar Waktu), saya kira keputusan yang kontroversial, karena dasar untuk memecat tidak ada, anggota DPR bisa dipecat itu kalau yang bersangkutan masuk ke partai lain atau melakukan tindakaan tercela seperti korupsi atau pidana lain," kata Tridianto saat dikonfirmasi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Tri mengungkapkan, Demokrat akan semakin tengelam kalau sampai melakukan pemecatan kader yang tidak bersalah. Menurutnya, publik akan mengecap Demokrat sebagai partai yang otoriter.
"Main pecat saja, kalau alasan Pasek menjadi Sekjen PPI juga tidak ada aturan partai yang melarang anggotanya masuk di ormas tertentu. Jadi saya kira dengan sisa waktu yang tinggal berapa bulan lagi, Demokrat konsentrasi untuk menaikkan elektabilitas partai, bukan malah mengambil keputusan menurunkan elektabilitas partai," pungkasnya.
Sampai berita ini diturunkan, Sindonews masih mengkonfirmasi pihak terkait, soal adanya pemecatan Gede Pasek Suardika ini.
(maf)