Goyang Demokrat, loyalis Anas usung politik tiji tibe
Kamis, 16 Januari 2014 - 09:45 WIB
Goyang Demokrat, loyalis Anas usung politik tiji tibe
A
A
A
Sindonews.com - Sikap permusuhan yang ditunjukkan elite Partai Demokrat terhadap Anas Urbaningrum Cs dinilai tidak akan menguntungkan kedua belah pihak. Konflik yang berkepanjangan antara Partai Demokrat dan pengikut Anas hanya akan menambah masalah.
"Kalau diibaratkan pertempuran, menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dari upaya mengeksploitasi kasus Anas," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi ketika dihubungi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Dilanjutkannya, kesan dizalimi tidak memberikan efek politik apapun terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Namun, ia menilai, yang paling dirugikan atas konflik ini adalah Partai Demokrat.
"Saya tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menguntungkan Anas secara politik kecuali akan merapuhkan bangunan Demokrat untuk Pemilu 2014," tandasnya.
Menurutnya, hampir tidak ada cela bagi loyalis Anas untuk memanfaatkan penahanan mantan komisioner KPU itu, kecuali menyeret dan merapuhkan kekuatan Partai Demokrat untuk tetap mendapatkan suara signifikan.
"Lebih tepatnya loyalis Anas melakukan politik tiji tibe, alias mati siji mati kabeh (mati satu mati semua) yang mempertegas bahwa secara politik Demokrat tidak bermesin dan kalah babak belur di Pemilu 2014."
"Apabila loyalis Anas menarik diri dan berdiam diri. Tidak melakukan langkah-langkah pemenangan dan itu secara sporadis maupun sistematis dilakukan pasca Anas ditetapkan sebagai tersangka setahun lalu," pungkasnya.
Baca berita:
Dahlan: Anas masa lalu, saya masa kini Demokrat
Irman Gusman optimis Demokrat pilihan rakyat
"Kalau diibaratkan pertempuran, menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya mereka tidak akan mendapatkan keuntungan dari upaya mengeksploitasi kasus Anas," ujar Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi ketika dihubungi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Dilanjutkannya, kesan dizalimi tidak memberikan efek politik apapun terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut. Namun, ia menilai, yang paling dirugikan atas konflik ini adalah Partai Demokrat.
"Saya tidak melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menguntungkan Anas secara politik kecuali akan merapuhkan bangunan Demokrat untuk Pemilu 2014," tandasnya.
Menurutnya, hampir tidak ada cela bagi loyalis Anas untuk memanfaatkan penahanan mantan komisioner KPU itu, kecuali menyeret dan merapuhkan kekuatan Partai Demokrat untuk tetap mendapatkan suara signifikan.
"Lebih tepatnya loyalis Anas melakukan politik tiji tibe, alias mati siji mati kabeh (mati satu mati semua) yang mempertegas bahwa secara politik Demokrat tidak bermesin dan kalah babak belur di Pemilu 2014."
"Apabila loyalis Anas menarik diri dan berdiam diri. Tidak melakukan langkah-langkah pemenangan dan itu secara sporadis maupun sistematis dilakukan pasca Anas ditetapkan sebagai tersangka setahun lalu," pungkasnya.
Baca berita:
Dahlan: Anas masa lalu, saya masa kini Demokrat
Irman Gusman optimis Demokrat pilihan rakyat
(kri)