Terpuruk, bukti Demokrat tak serius berantas korupsi
Kamis, 16 Januari 2014 - 08:33 WIB
Terpuruk, bukti Demokrat tak serius berantas korupsi
A
A
A
Sindonews.com - Faktor menurunnya elektabilitas Partai Demokrat sebagaimana dalam beberapa survei dinilai lebih karena faktor opini negatif korupsi yang terus ditiupkan. Belum lagi sejumlah kader yang tersangkut kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Karena itu, selama Partai Demokrat belum memberikan fakta keseriusannya untuk memberantas korupsi, maka beban itu akan terus mendera Partai Demokrat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan ketika dihubungi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Menurutnya, dengan ditahannya Anas Urbaningrum, elite Partai Demokrat seharusnya lebih konsentrasi pada perbaikan citra partai yang menurun akibat kasus korupsi.
Dengan ditahannya beberapa kader Partai Demokrat dalam kasus korupsi, lanjut dia, partai berlambang bintang segitiga ini seharusnya memastikan adanya lembaran baru dengan merekonstruksi citra sebagai partai yang serius memerangi korupsi.
"Caranya dengan memberikan punishment yang keras terhadap kadernya yang terlibat korupsi," tegas Bakir.
Terkait Anas dan rekan-rekan yang terkesan dizalimi, dinilainya, hanya sebagai upaya mencari simpati publik dan upaya menutupi substansi hukum yang sebenarnya.
"Seperti pledoi para koruptor yang merasa dikorbankan, dizalimi, dan segala bentuk ketakberdayaan dalam korupsi," pungkasnya.
Baca berita:
Berita kasus hukum kadernya gencar, Demokrat tetap pede
Konvensi tak bergaung, Demokrat makin terbenam
"Karena itu, selama Partai Demokrat belum memberikan fakta keseriusannya untuk memberantas korupsi, maka beban itu akan terus mendera Partai Demokrat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan ketika dihubungi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Menurutnya, dengan ditahannya Anas Urbaningrum, elite Partai Demokrat seharusnya lebih konsentrasi pada perbaikan citra partai yang menurun akibat kasus korupsi.
Dengan ditahannya beberapa kader Partai Demokrat dalam kasus korupsi, lanjut dia, partai berlambang bintang segitiga ini seharusnya memastikan adanya lembaran baru dengan merekonstruksi citra sebagai partai yang serius memerangi korupsi.
"Caranya dengan memberikan punishment yang keras terhadap kadernya yang terlibat korupsi," tegas Bakir.
Terkait Anas dan rekan-rekan yang terkesan dizalimi, dinilainya, hanya sebagai upaya mencari simpati publik dan upaya menutupi substansi hukum yang sebenarnya.
"Seperti pledoi para koruptor yang merasa dikorbankan, dizalimi, dan segala bentuk ketakberdayaan dalam korupsi," pungkasnya.
Baca berita:
Berita kasus hukum kadernya gencar, Demokrat tetap pede
Konvensi tak bergaung, Demokrat makin terbenam
(kri)