Diberitakan negatif, Demokrat terancam ditinggal pemilih
Kamis, 16 Januari 2014 - 06:36 WIB
Diberitakan negatif, Demokrat terancam ditinggal pemilih
A
A
A
Sindonews.com - Banyak lembaga survei memprediksi Partai Demokrat tak akan lagi berkuasa setelah Pemilu 2014. Namun, Partai Demokrat melalui Juru Bicara Ruhut Sitompul tak yakin dengan kebenaran atau ketepatan berbagai hasil survei tersebut.
Menanggapi pernyataan Ruhut, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, publik tentunya lebih memercayai hasil survei ketimbang keyakinan Ruhut yang katanya memotret langsung masyarakat.
"Survei memotret opini masyarakat berdasarkan wawancara dan kuesioner berdasarkan metode ilmiah. Dan bukan hanya satu atau dua survei, tapi hampir semua survei menempatkan Demokrat sebagai partai yang akan turun perolehan suaranya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (16/1/2014)
Berdasarkan fakta ini, lanjut Bakir, hasil survei tentu lebih teruji dibandingkan persepsi seorang Ruhut Sitompul. Ia menilai, pemberitaan negatif yang disorotkan pada Partai Demokrat sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap elektabilitasnya pada Pemilu 2014 nanti.
"Apalagi dibombardir oleh pemberitaan negatif oleh media. Sorotan tajam terhadap Partai Demokrat ini tentu bukan tanpa motif. Partai Demokrat sebagai partai terbesar dan penguasa menjadi tantangan tersendiri bagi partai pesaingnya seperti Partai Golkar dan PDIP dalam kompetisi 2014," jelas dia.
Karena, kata dia, kalau hanya bicara kasus korupsi, partai pesaing Partai Demokrat juga terlibat korupsi cuma intensitas sorotannya tak sekuat terhadap partai berlambang bintang segitiga itu.
"Dalam konteks itulah, mungkin Ruhut masih menyisakan optimismenya. Namun, yang harus diingat berita negatif yang terus dibombardir bisa menguasai alam bawah sadar para pemilih. Berita bisa menjadi preferensi pemilih menentukan pilihan politiknya termasuk terhadap Partai Demokrat," pungkasnya.
Baca berita:
Ruhut: Mimpi kali ya Demokrat kalah
Menanggapi pernyataan Ruhut, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, publik tentunya lebih memercayai hasil survei ketimbang keyakinan Ruhut yang katanya memotret langsung masyarakat.
"Survei memotret opini masyarakat berdasarkan wawancara dan kuesioner berdasarkan metode ilmiah. Dan bukan hanya satu atau dua survei, tapi hampir semua survei menempatkan Demokrat sebagai partai yang akan turun perolehan suaranya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Kamis (16/1/2014)
Berdasarkan fakta ini, lanjut Bakir, hasil survei tentu lebih teruji dibandingkan persepsi seorang Ruhut Sitompul. Ia menilai, pemberitaan negatif yang disorotkan pada Partai Demokrat sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap elektabilitasnya pada Pemilu 2014 nanti.
"Apalagi dibombardir oleh pemberitaan negatif oleh media. Sorotan tajam terhadap Partai Demokrat ini tentu bukan tanpa motif. Partai Demokrat sebagai partai terbesar dan penguasa menjadi tantangan tersendiri bagi partai pesaingnya seperti Partai Golkar dan PDIP dalam kompetisi 2014," jelas dia.
Karena, kata dia, kalau hanya bicara kasus korupsi, partai pesaing Partai Demokrat juga terlibat korupsi cuma intensitas sorotannya tak sekuat terhadap partai berlambang bintang segitiga itu.
"Dalam konteks itulah, mungkin Ruhut masih menyisakan optimismenya. Namun, yang harus diingat berita negatif yang terus dibombardir bisa menguasai alam bawah sadar para pemilih. Berita bisa menjadi preferensi pemilih menentukan pilihan politiknya termasuk terhadap Partai Demokrat," pungkasnya.
Baca berita:
Ruhut: Mimpi kali ya Demokrat kalah
(kri)