Kebagian Rp100 M, TNI sebut masih kurang
Senin, 13 Januari 2014 - 15:43 WIB
Kebagian Rp100 M, TNI sebut masih kurang
A
A
A
Sindonews.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Moeldoko mengakui anggaran sebesar Rp100 miliar yang diberikan pemerintah pusat kepada TNI untuk mengamankan jalannya Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 masih sangat kurang.
"Direncanakan akan dapat dukungan Rp100 miliar, itu menurut saya masih kurang," tegas Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/1/2014).
Moeldoko menambahkan, anggaran ideal TNI untuk mengamankan jalannya pemilu adalah sekira Rp300 miliar. Pasalnya, Moeldoko mengakui akan mengerahkan seluruh anggotanya di Indonesia untuk mengamankan pemilu agar berlangsung dengan kondusif.
"Nanti kita tunggu perkembangannya, sampai saat ini data anggaran untuk pengamananan pemilu juga masih belum clear jumlahnya berapa, didukung atau tidaknya juga, masih belum clear sampai sekarang," pungkas Moeldoko.
Seperti diketahui, KPU juga menyerahkan proses pengamanan pemilu kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, TNI bersifat pasukan perbantuan. Sehingga, TNI hanya mengajukan anggaran untuk mengamankan pemilu kepada pemerintah sebesar Rp357 miliar.
Baca berita:
http://nasional.sindonews.com/read/2014/01/09/113/825098/penyelenggara-pemilu-ramai-ramai-curhat-soal-anggaran
Penyelenggara pemilu ramai-ramai curhat soal anggaran
"Direncanakan akan dapat dukungan Rp100 miliar, itu menurut saya masih kurang," tegas Moeldoko di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (13/1/2014).
Moeldoko menambahkan, anggaran ideal TNI untuk mengamankan jalannya pemilu adalah sekira Rp300 miliar. Pasalnya, Moeldoko mengakui akan mengerahkan seluruh anggotanya di Indonesia untuk mengamankan pemilu agar berlangsung dengan kondusif.
"Nanti kita tunggu perkembangannya, sampai saat ini data anggaran untuk pengamananan pemilu juga masih belum clear jumlahnya berapa, didukung atau tidaknya juga, masih belum clear sampai sekarang," pungkas Moeldoko.
Seperti diketahui, KPU juga menyerahkan proses pengamanan pemilu kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, TNI bersifat pasukan perbantuan. Sehingga, TNI hanya mengajukan anggaran untuk mengamankan pemilu kepada pemerintah sebesar Rp357 miliar.
Baca berita:
http://nasional.sindonews.com/read/2014/01/09/113/825098/penyelenggara-pemilu-ramai-ramai-curhat-soal-anggaran
Penyelenggara pemilu ramai-ramai curhat soal anggaran
(kri)