Sahabat Anas nilai KPK diskriminatif

Senin, 13 Januari 2014 - 15:38 WIB
Sahabat Anas nilai KPK...
Sahabat Anas nilai KPK diskriminatif
A A A
Sindonews.com - Sahabat mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum Tridianto menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah bersikap diskriminatif. Hal itu, lantaran dirinya dan rekan lainnya tak diperkenankan membesuk Anas hari ini.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat Cilacap ini mengatakan, hari ini dirinya bersama adik Anas, Anna Luthfie menyambangi KPK sekira pukul 09.30 WIB hingga 11.00 WIB.

Namun, ujar dia, yang diperkenankan membesuk Anas hanya pihak keluarga. Sementara, dia dan rekan-rekannya untuk sementara belum diperkenankan membesuk Anas.

"Saya sangat menyayangkan aturan KPK yang sangat diskriminasi dan sangat membedakan Anas dengan tersangka lain, contoh masalah bekal buat dia, baju, makanan dan lain-lain itu dibatasi cuma satu tas plastik," kata Tridianto kepada Sindonews, Senin (13/1/2014).

Karena itu, kata dia, hanya sedikit bekal yang bisa diberikan ke Anas. Sebagian besar bekal malah harus dibawa pulang, termasuk makanan yang sudah disiapkan dari rumah.

"Kalau kecurigaan keluarga kan jelas, keluarga takut Anas diracun. Jadi ya kami berharap soal makanan kalau sudah diperiksa ya dikasihkan ke yang besuk, karena takut ada hal-hal lain," ungkapnya.

Selain itu, dia juga menyayangkan, para rekan Anas termasuk dirinya tidak diperkenankan membesuk. Ia pun tidak bisa menutupi rasa kecewa yang besar.

"Soal hari ini juga teman-temannya Mas Anas tidak boleh, itu juga sangat diskriminasi. Karena kami kecewa hari ini tidak bisa ketemu Mas Anas dan saya menilai ini jangan-jangan cuma ke Anas saja, ke yang lain tidak seperti ini. Contoh dulu Andi Mallarangeng ditahan bisa koper masuk semua," pungkasnya.

Baca berita:
Sahabat Anas belum bisa besuk
(kri)
Berita Terkait
Jadi Program Unggulan,...
Jadi Program Unggulan, Sport Center Bulukumba Tak Kunjung Terealisasi
Gubernur Lakukan Groundbreaking...
Gubernur Lakukan Groundbreaking Sumut Sport Center Bertaraf Internasional
Pembangunan Sport Center...
Pembangunan Sport Center Pangkalan Bun Akan Terus Dilanjutkan
Dikaitkan dengan Kasus...
Dikaitkan dengan Kasus Hambalang, Gede Pasek: Akan Kami Hadirkan Bukti Telak
Dukung Sumut Sport Center,...
Dukung Sumut Sport Center, Menpora: Jangan Diragukan Lagi Pak Gubernur
Soal Siap Digantung...
Soal Siap Digantung di Monas, Anas: Lahir Batin Saya Tidak Melakukan yang Dituduhkan Itu
Berita Terkini
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
PN Jaktim Izinkan Siaran...
PN Jaktim Izinkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa kecuali Tahap Pembuktian
OTT Bupati Kuansing,...
OTT Bupati Kuansing, KPK Sita Pajero Sport dan Transaksi Cicilan Land Cruiser
Seskab Teddy Ungkap...
Seskab Teddy Ungkap Program Magang Nasional Rangkul Difabel, Pengamat: Terobosan Paling Progresif
Boni Hargens Sebut Polri...
Boni Hargens Sebut Polri Presisi Tulang Punggung Demokrasi
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved