BPJS & elpiji tak akan mampu selamatkan Demokrat
Rabu, 08 Januari 2014 - 08:08 WIB
BPJS & elpiji tak akan mampu selamatkan Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Berbagai kalangan menilai penolakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kenaikan harga elpiji 12 kg sebagai bentuk mencari popularitas. Tujuannya tak lain tak bukan untuk mengangkat elektabilitas Partai Demokrat jelang Pemilu 2014.
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, kebijakan SBY menolak kenaikan harga elpiji dan meluncurkan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan tak akan mampu merubah persepsi masyarakat terhadap keberhasilan pemerintahannya maupun partai yang dipimpinnya.
"Kalau kita lihat dan rasakan, publik sudah frustasi dengan sikap dan tindakan dari pemerintahan yang peragu, hanya mementingkan citra semata dan menyelamatkan keluarga dan partainya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (8/1/2013).
Dilanjutkannya, rakyat bisa melihat dan merasakan bahwa selama hampir dua periode pemerintahannya, SBY lebih tekun menjaga citra dan pandai mengklaim prestasi Jusuf Kalla ketika mendampinginya pada periode pertamanya.
"Ia gagal menjaga agar publik terperhatikan dengan baik," tandas dosen Universitas Pertahanan ini.
Sehingga, tambah Muradi, pada konteks BPJS inilah kemudian dimanfaatkan luar biasa oleh SBY untuk menyelamatkan citra baiknya, keluarga serta partainya
"Termasuk dengan memanfaatkan isu kenaikan tabung elpiji 12 kg sebagai bagian dari upaya menyelamatkan tiga hal tersebut," pungkasnya.
Baca berita:
Sudi Silalahi bantah isu elpiji dongkrak Demokrat
Demokrat bantah ambil untung dari elpiji
Elpiji, sandiwara politik SBY
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Muradi, kebijakan SBY menolak kenaikan harga elpiji dan meluncurkan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan tak akan mampu merubah persepsi masyarakat terhadap keberhasilan pemerintahannya maupun partai yang dipimpinnya.
"Kalau kita lihat dan rasakan, publik sudah frustasi dengan sikap dan tindakan dari pemerintahan yang peragu, hanya mementingkan citra semata dan menyelamatkan keluarga dan partainya," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Rabu (8/1/2013).
Dilanjutkannya, rakyat bisa melihat dan merasakan bahwa selama hampir dua periode pemerintahannya, SBY lebih tekun menjaga citra dan pandai mengklaim prestasi Jusuf Kalla ketika mendampinginya pada periode pertamanya.
"Ia gagal menjaga agar publik terperhatikan dengan baik," tandas dosen Universitas Pertahanan ini.
Sehingga, tambah Muradi, pada konteks BPJS inilah kemudian dimanfaatkan luar biasa oleh SBY untuk menyelamatkan citra baiknya, keluarga serta partainya
"Termasuk dengan memanfaatkan isu kenaikan tabung elpiji 12 kg sebagai bagian dari upaya menyelamatkan tiga hal tersebut," pungkasnya.
Baca berita:
Sudi Silalahi bantah isu elpiji dongkrak Demokrat
Demokrat bantah ambil untung dari elpiji
Elpiji, sandiwara politik SBY
(kri)