PAN & PKB akui saat ini rakyat makin cerdas
Senin, 06 Januari 2014 - 07:31 WIB
PAN & PKB akui saat ini rakyat makin cerdas
A
A
A
Sindonews.com - Wasekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Achmad Rubaei mengatakan, tidak ada dalam pemilu kanibalisasi partai Islam. Menurut dia pileg merupakan kompetisi atau pertarungan untuk merebutkan hati masyarakat.
"Di mana rakyat memiliki dua kesempatan. Rakyat dapat mengapresiasi partai yang benar-benar bekerja atau menghukum partai yang tidak amanah," kata Achmad saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 5 Januari 2014.
Selain itu, dia juga menilai, dikotomi partai Islam dan nasionalis sudah tidak relevan saat ini. Masyarakat hanya melihat partai yang secara nyata berjuang untuk rakyat. "Masyarakat sudah cerdas dan sudah pintar. Partai mana dan caleg mana yang akan dipilihnya," ungkapnya.
Sebagai salah satu upaya meraup suara untuk pileg mendatang, dia mengatakan, PAN sedang menjalankan strategi membakar obat nyamuk. "Itu kan dibakar diujungnya. Dalam hal ini daerah pinggiran menjadi fokus. Saya cek kemasyarakat, tidak ada caleg datang ke daerah pinggiran. Daerah pinggiran yang kurang disentuh. Padahal mereka rindu diperhatikan," ucapnya.
Wasekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Malik Haramain mengatakan, kanibalisasi partai Islam tidak akan terjadi. Menurut dia, faktor determinan yang mempengaruhi pilihan masyarakat adalah bersih atau tidaknya partai.
"2014 yang akan menentukan kinerja partai. Setiap hari diberitakan korup maka akan turun. Bersih atau tidak. Tidak hanya antar partai Islam tetapi juga dengan partai nasionalis," katanya.
Pemilih semakin tidak terkotak-kotak atas nama ideologi atau agama. Menurut dia, masyarakat semakin rasional. Perbedaan ini tidak menjadi faktor determinan. "Kecuali beberapa partai memang pemilih setia tetap ada," ungkapnya.
Menurut dia yang paling penting adalah partai Islam harus semakin kreatif. Pasalnya, jika tidak kreatif dan tetap mengandalkan aliran maka tidak akan ada prospek untuk meraih banyak suara. "Karena itu tidak strategis lagi faktor aliran," pungkasnya.
PPP cari figur untuk satukan parpol tengah
"Di mana rakyat memiliki dua kesempatan. Rakyat dapat mengapresiasi partai yang benar-benar bekerja atau menghukum partai yang tidak amanah," kata Achmad saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 5 Januari 2014.
Selain itu, dia juga menilai, dikotomi partai Islam dan nasionalis sudah tidak relevan saat ini. Masyarakat hanya melihat partai yang secara nyata berjuang untuk rakyat. "Masyarakat sudah cerdas dan sudah pintar. Partai mana dan caleg mana yang akan dipilihnya," ungkapnya.
Sebagai salah satu upaya meraup suara untuk pileg mendatang, dia mengatakan, PAN sedang menjalankan strategi membakar obat nyamuk. "Itu kan dibakar diujungnya. Dalam hal ini daerah pinggiran menjadi fokus. Saya cek kemasyarakat, tidak ada caleg datang ke daerah pinggiran. Daerah pinggiran yang kurang disentuh. Padahal mereka rindu diperhatikan," ucapnya.
Wasekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Malik Haramain mengatakan, kanibalisasi partai Islam tidak akan terjadi. Menurut dia, faktor determinan yang mempengaruhi pilihan masyarakat adalah bersih atau tidaknya partai.
"2014 yang akan menentukan kinerja partai. Setiap hari diberitakan korup maka akan turun. Bersih atau tidak. Tidak hanya antar partai Islam tetapi juga dengan partai nasionalis," katanya.
Pemilih semakin tidak terkotak-kotak atas nama ideologi atau agama. Menurut dia, masyarakat semakin rasional. Perbedaan ini tidak menjadi faktor determinan. "Kecuali beberapa partai memang pemilih setia tetap ada," ungkapnya.
Menurut dia yang paling penting adalah partai Islam harus semakin kreatif. Pasalnya, jika tidak kreatif dan tetap mengandalkan aliran maka tidak akan ada prospek untuk meraih banyak suara. "Karena itu tidak strategis lagi faktor aliran," pungkasnya.
PPP cari figur untuk satukan parpol tengah
(maf)