Bermanuver, kader Demokrat ini tak takut kena sanksi
Minggu, 05 Januari 2014 - 23:38 WIB
Bermanuver, kader Demokrat ini tak takut kena sanksi
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Kutai Timur Isran Noor mengatakan, telah melakukan komunikasi dengan Ketua Dewan Pimbina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, terkait Pilpres 2014.
Bahkan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Kalimantan Timur ini mengaku, siap diberi sanksi oleh partai dengan Ketua Umum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
"Insya Allah demikian. Saya sudah komunikasi sejak dulu dengan beliau (Prabowo Subianto). Beberapa kali kesempatan memang saya mendampingi beliau," kata Isran Noor menjawab pertayaan wartawan terkait wacana digandeng oleh mantan Danjen Koppassus itu, usai Konvensi Rakyat di Hotel Mojopahit, Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (5/1/2014).
Meski masih menjabat sebagai struktural, ia mengaku siap menerima sanksi apapun terkait manuvernya itu. "Apa urusannya dengan partai. Kalau Demokrak enggak pakai ya Insya Allah Prabowo yang pakai. Apa masalahnya. Kalau mau sanksi ya sanksi saja," ungkapnya.
Menurutnya, ada kepentingan besar yakni bangsa Indonesia yang harus diutamakan daripada kepentingan kelompok atau golongan. Terlebih lagi dengan partai. Meski sebagai kader Partai Demokrat, ia mengaku cuek tidak mau terlibat dalam urusan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.
"Kalian tahu enggak Konvensi Partai Demokrat seperti apa. Saya enggak ada urusan. Yang penting sekarang saya senang dan tidak kecewa. Dan Alhamdulillah masyarakat percaya sama saya, buktinya diundang dalam Konvensi Rakyat," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nama Isran Noor terpental dari peserta konvesi Capres Partai Demokrat hingga tersisa 11 peserta yang saat ini. Bahkan, dalam rangka HUT Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, 12 oktober 2013, Isran Noor menyatakan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
Konvensi Rakyat resmi digelar
Bahkan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Kalimantan Timur ini mengaku, siap diberi sanksi oleh partai dengan Ketua Umum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
"Insya Allah demikian. Saya sudah komunikasi sejak dulu dengan beliau (Prabowo Subianto). Beberapa kali kesempatan memang saya mendampingi beliau," kata Isran Noor menjawab pertayaan wartawan terkait wacana digandeng oleh mantan Danjen Koppassus itu, usai Konvensi Rakyat di Hotel Mojopahit, Jalan Tunjungan, Surabaya, Minggu (5/1/2014).
Meski masih menjabat sebagai struktural, ia mengaku siap menerima sanksi apapun terkait manuvernya itu. "Apa urusannya dengan partai. Kalau Demokrak enggak pakai ya Insya Allah Prabowo yang pakai. Apa masalahnya. Kalau mau sanksi ya sanksi saja," ungkapnya.
Menurutnya, ada kepentingan besar yakni bangsa Indonesia yang harus diutamakan daripada kepentingan kelompok atau golongan. Terlebih lagi dengan partai. Meski sebagai kader Partai Demokrat, ia mengaku cuek tidak mau terlibat dalam urusan Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat.
"Kalian tahu enggak Konvensi Partai Demokrat seperti apa. Saya enggak ada urusan. Yang penting sekarang saya senang dan tidak kecewa. Dan Alhamdulillah masyarakat percaya sama saya, buktinya diundang dalam Konvensi Rakyat," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, nama Isran Noor terpental dari peserta konvesi Capres Partai Demokrat hingga tersisa 11 peserta yang saat ini. Bahkan, dalam rangka HUT Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, 12 oktober 2013, Isran Noor menyatakan mendukung Prabowo Subianto sebagai capres.
Konvensi Rakyat resmi digelar
(maf)