Golkar all out bela Atut

Jum'at, 03 Januari 2014 - 05:13 WIB
Golkar all out bela...
Golkar all out bela Atut
A A A
Sindonews.com - Praktisi hukum asal Banten Hermawi F Taslim menilai, usaha untuk meruntuhkan dinasti yang dibangun keluarga Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah bukan perkara mudah.

Pasalnya, ada beberapa pihak yang akan melakukan pembelaan secara all out. Salah satunya Partai Golkar karena Banten merupakan basis terbesar partai berlambang pohon beringin itu.

“Banten adalah basis terakhir Golkar di Jawa. Dugaan saya, Golkar akan all out membela Atut cs. Apalagi, kekuatan Golkar di Banten sudah nyata sejak Orde Baru,” kata Taslim melalui telepon, Kamis (2/1/2014).

Menurut Taslim, sinyal-sinyal perlawanan itu dapat dilihat jelas dari pernyataan-pernyataan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie yang terang-terangan melakukan pembelaan dengan menyebut Gubernur Banten itu sebagai kader yang baik, berdedikasi, dan sebagainya.

Perlawanan semacam inilah yang menurut Hermawi F. Taslim akan menghambat proses perbaikan di Banten. “Dugaan saya, penuntasan kasus Banten ini akan berlangsung marathon hingga pasca pemilu,” tambahnya.

Pasca penetapan status sebagai tersangkan terhadap Atut, sambung dia, tidak sedikit pula yang mendukung upaya perbaikan di Banten. LSM, mahasiswa, kelas menengah, dan sejumlah ulama kritis di bawah pimpinan Kyai Kurtubi yang secara terang-terangan mendorong KPK untuk memercepat penuntasan mega kasus Banten.

“Sebagian lagi kelompok kritis masih bersikap wait and see. Sedangkan yang bertahan mendukung Atut adalah keluarga besar dan jaringan lama yang sudah terpelihara berpuluh-puluh tahun sejak era almarhum ayahnya Atut, Haji Chasan, masih menjadi orang kuat Banten,” papar politikus yang pernah menjadi salah satu orang kepercayaan Gus Dur ini.

Berdasarkan pengamatan Taslim, sebagian jawara Banten akan tetap mendukung Atut karena faktor pengaruh historis ayahnya, sedangkan kaum ulama pelan-pelan akan bergeser perannya dari kolega dinasti menjadi satu barisan dengan mahasiswa dan pihak lain yang menginginkan perubahan di Banten.

Untuk menghilangkan pengaruh dinasti keluarga Atut di Banten sampai ke akar-akarnya, sambung dia, dibutuhkan kerja sama menyeluruh dari semua elemen di Banten. “Banten harus menjalani semacam mandi kembang, proses restorasi secara komprehensif, perubahan menyeluruh, menjadi sebuah provinsi yang amanah, pro rakyat, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Atut masih punya pengaruh di Banten
(lal)
Berita Terkait
Roro Esti Dorong Pengembangan...
Roro Esti Dorong Pengembangan Alkes Lokal untuk Penanganan Virus Corona
Partai Golkar Minta...
Partai Golkar Minta Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK
Dugaan Aliran Dana Korupsi...
Dugaan Aliran Dana Korupsi di Musda V Versi Ade Puspitasari, Ini Reaksi Tokoh Golkar Kota Bekasi
Datangi Mahkamah Partai...
Datangi Mahkamah Partai di Jakarta, Pengurus Golkar Kota Bekasi Ogah Dipimpin Dinasti Korupsi
Beredar Video Terpidana...
Beredar Video Terpidana Korupsi Ikut Rakornis Golkar, SW Masih Dirawat di RS MMC
Soal Terpidana Kasus...
Soal Terpidana Kasus Korupsi Listrik, Komisi III Ingatkan Kejaksaan Jangan Ulur-ulur Eksekusi
Berita Terkini
Kejagung Janji Profesional...
Kejagung Janji Profesional Usut Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
BMKG Prediksi Curah...
BMKG Prediksi Curah Hujan Tetap Rendah di Wilayah Indonesia pada Pertengahan Juli 2026
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dilimpahkan ke Kejagung, Pakar: Proses Hukum Harus Transparan
Polri Limpahkan Kasus...
Polri Limpahkan Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung, KPK: Kami Yakin Ditangani Profesional
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Infografis
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Putri KW Sendirian di Tunggal Putri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved