Ditinggal sebulan, kontrakan Dayat sempat mau dibongkar

Rabu, 01 Januari 2014 - 21:05 WIB
Ditinggal sebulan, kontrakan...
Ditinggal sebulan, kontrakan Dayat sempat mau dibongkar
A A A
Sindonews.com - Gerak-gerak Nur Hidayat alias Hidayat atau Daeng sebagai satu dari enam pelaku terduga teroris yang ditembak mati Tim Densus 88 Mabes Polri mulai terendus sejak mendekati bulan Ramadan lalu.

"Saya mulai curiga pas dia enggak balik-balik ke kontrakan sampe satu bulan. Muncul-muncul abis Lebaran tiga hari, terus langsung bayar kontrakan," kata Ferry Senovil (30), keponakan Zaenab (62), pemilik kontrakan saat ditemui Sindonews.com di lokasi, Rabu (1/1/2014).

Ferry mengaku sempat berencana membongkar rumah kontrakan Dayat karena dibiarkan kosong selama satu bulan. Namun rencana itu diurungkan lantaran bibinya, Zaenab sang pemilik kontrakan, tidak mengizinkan.

"Sempat mau saya bongkar kalau enggak ditempatin, tapi bibi saya bilang jangan. Takutnya dia balik lagi karena sewa kontrakannya belum jatuh tempo," jelasnya.

Ia mengutarakan, kontrakan satu petak yang ditempati Dayat hanya berjarak satu tembok dengan dapur rumahnya. Meski bersebelahan, di dalam kontrakan rumah terduga teroris itu tidak pernah terdengar suara mencurigakan.

"Posisi petakan dia sama dapur rumah saya satu tembok. Tapi saya enggak pernah dengar suara geratak dari kontrakan dia," ujarnya.

Menurut Ferry, rumah kontrakan yang disewakan bibinya itu ada empat petak. Rumah kontrakan yang ditinggali Dayat sendiri menghadap ke kebon bambu dengan cat tembok berwarna merah jambu.

"Di situ ada empat petak. Posisi kontrakan Dayat menghadap pohon bambu di kebon belakang, temboknya yang warna pink," jelasnya.

Ferry mengatakan, belum sempat mencek kondisi rumah kontrakan milik bibinya tersebut. Sebab, sejak datang pagi tadi, petugas polisi di lokasi tidak mengizinkannya menembus garis polisi.

"Saya mau lihat enggak dikasih. Kalau dilihat dari jauh genteng rumah kelihatannya udah pada hancur. Temboknya paling juga begitu, kan ditembakin peluru," bebernya.

Ia menyayangkan gagal membongkar kontrakan Dayat kala itu karena ditentang bibinya. Sebab, bila saja pembongkaran itu jadi dilakukan, kemungkinan bakal ditemukan barang mencurigakan di dalam.

"Kalau aja saya waktu itu ga dilarang bongkar kontrakan Dayat, mungkin udah ketauan ada barang apa aja di dalam," tandasnya.

Baca:
Penggerebekan teroris gagalkan acara bakar ayam warga
(rsa)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Densus 88 Tangkap 59...
Densus 88 Tangkap 59 Tersangka Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Penangkapan Terduga...
Penangkapan Terduga Teroris di Medan
Pasca Penangkapan Terduga...
Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Kapolda Pastikan Situasi Babel Kondusif
Penangkapan Munarman...
Penangkapan Munarman Juga Terkait Kasus 13 Teroris di Jakarta
Berita Terkini
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Infografis
Alasan RI Gabung BRICS,...
Alasan RI Gabung BRICS, Prabowo: Kita Mau Berada di Mana-mana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved